Innova Dibajak Perampok Bersenpi

Inderalaya, BP

Sebuah Kijang Innova bernopol  BG 1975 WT warna hitam yang dioperasikan sebagai taksi gelap dibajak empat perampok bersenjata api (senpi).  Kaki dan tangan  sopir kijang dan seorang penumpangnya  diikat menggunakan tali rapia. Sementara mulut dan matanya ditutup menggunakan lakban.

Sopir Kijang Innova tersebut bernama Dwi Mardian Timur (38), warga Tabandingi Jalan Perumnas Nikan Blok G4 nomor 93 Kelurahan Nikan Jaya, Kecamatan Lubuklinggau, Kabupaten Mura dan penumpangnya Agus Try Haryanto (34) warga Ngawi Jatim.

Namun nasib kedua korban ini masih selamat, setelah Kijang Innova yang hendak dibajak perampok tersebut bertabrakan dengan Bus IMI saat melintas di Jalintim Desa Tanjung Sejaroh, Kecamatan Inderalaya, Kabupaten Ogan Ilir (OI), Kamis (19/4) sekitar pukul 04.00.

Peristiwa perampokan itu terungkap setelah sopir Kijang Innova dan penumpangnya itu melapor ke Polsek Inderalaya.

Menurut keterangan korban, peristiwa perampokan itu terjadi, Kamis (19/4) sekitar pukul 01.00 di Jalur Lintas Tengah (Jalinteng) Desa Serong Kabupaten Banyuasin. Sebelum terjadinya perampokan, Rabu (18/4) sekitar pukul 20.00, empat perampok itu menumpang mobil korban dari Simpang Periuk Kabupaten Lubuklinggau tujuan Palembang.

Setiba di tempat kejadian perkara (TKP) yang sepi, para perampok itu minta mobilnya dihentikan dengan alasan mau buang air kecil. Ketika mobil berhenti, para perampok itu langsung menodongkan senpi ke arah sopir dan penumpangnya. Setelah kedua korban tidak berdaya, kaki tangannya diikat dan mulut dan mata ditutup menggunakan lakban.

Menurut pengakuan korban, mobil taksinya itu kemudian  diambil alih perampok dan diarahkan ke Jembatan Musi II Palembang. Begitu berada di atas jembatan, mobil berhenti dan kedua korban digotong untuk diceburkan ke sungai. Namun karena banyaknya arus lalu lintas di atas jembatan itu, kedua korban kembali dimasukkan dalam mobil dan perjalanan diteruskan memasuki Kabupaten OI.

Selama perjalanan memasuki Kabupaten OI , mobil Kijang Innova itu melaju dengan kencang. Rupanya saat melintas di Jalintim Desa Tanjung Sejaroh, Kecamatan Inderalaya, sekitar pukul 04.00, mobil rampokan itu bertabrakan dengan Bus IMI, sehingga bagian depan dan belakang kenderaan itu hancur. Beruntung kedua korban selamat dari maut, sementara keempat perampok tersebut langsung lari tunggang langgang menyelamatkan diri.

Mendengar bunyi tabrakan keras, warga sekitar berhamburan keluar rumah. Kemudian setelah melihat ada kedua korban yang masih dalam keadaan terikat dan ditutup lakban, langsung melapor ke Polsek Inderalaya. Tak berapa lama, petugaspun mendatangi lokasi kejadian dan langsung melepaskan ikatan tali dan lakban di tubuh korban serta membawanya ke polsek bersama kijang naas tersebut.

Tidak hanya mendapatkan kedua korban dan mobilnya, polisi juga menemukan sepucuk senpi rakitan laras pendek jenis revolver beserta empat butir amunisi serta sebuah tas hitam berisi pakaian milik perampok tersebut. Selanjutnya kedua korban dimintai keterangan sebelum dikirim ke Polres Banyuasin.

Kapolres OI AKBP Deni Dharmapala melalui Kapolsek Indralaya AKP Edy Santoso didampingi Kanit Reskrim Bripka Defri. mengakui adanya korban perampokan sopir Kijang Innova dan penumpangnya yang diperiksa petugas. “Kita hanya mengambil keterangan sementara kedua korban atas kejadian yang menimpa mereka dan selanjutnya akan kita serahkan ke Polres Banyuasin,” kata AKP Edy.

Pihaknya sudah meminta identitas para perampok yang berjumlah empat orang tersebut dari korban. Akibat kejadian itu, korban tidak hanya mengalami kerugian mobilnya yang hancur, namun juga kehilangan ponsel dan uang Rp500 ribu beserta dompet yang dirampok saat mobilnya dibajak di Banyuasin. /hen