Bandara SMB II Bakal Bangun Hotel

Palembang, BP

Pengembangan kawasan Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang terus dilakukan PT Angkasa Pura (PTAP) II. Pengembangan dilakukan mulai dari pembenahan fasilitas area terminal, perluasan area runway hingga rencana membangunan hotel di area bandara.

Assistant Chief of General Manager Affairs Project Implemention PT AP II Rubianto,  mengatakan, pihaknya terus berusaha meningkatkan pendapatan dari nonpenerbangan dengan mengomersilkan fasilitas atau tempat di sekitar area bandara. Salah satunya yang sudah dijalankan menyewakan tempat outlet. Terutama dengan diresmikannya ruang lounge Sultan yang nantinya akan dikembangkan menjadi area bisnis.

“Untuk pengembangan hotel di Bandara SMB II sangat memungkinkan. Jumlah penumpang setiap tahun terus meningkat. Dan,  lahan untuk hotel sudah ada di depan area Bandara SMB II seluas 4 hektar. Untuk itu, kalau ada investor yang berkeinginan membangun hotel, kita persilahkan,” ujarnya.

Menurut Rubianto, Bandara SMB II harus mampu memberikan pelayanan yang baik bagi para pengunjungnya.  Untuk itu segala fasilitas penunjang dalam memberikan pelayanan kepada pengunjung perlu diperhatikan dan ditingkatkan.

Dalam sehari, pengguna jasa penerbangan Bandara SMB II jumlahnya mencapai 5.000 orang. Jumlah ini per tahunnya terus mengalami peningkatan hingga dua juta orang, khususnya hari libur. “Makanya, pengembangan hotel di sekitar area bandara sangat memungkinkan. Silahkan kalau ada investor yang berminat,” katanya.

Pengembangan hotel di sekitar area bandara sudah dilakukan pihak PTAP I Bandara Internasional Juanda, Surabaya dan di Makassar. Nilai investasi yang dikucurkan Rp35 miliar untuk pembangunan Hotel Ibis Budget Angkasa Pura (APH) Surabaya Airport dan APH Makassar Airport.

“Bandara SMB II sebagai bandara bertaraf Internasional juga harus mampu memberikan pelayanan kepada pengguna jasa penerbangan. Kita selaku pengelola mengharapkan adanya dukungan dari masyarakat, terutama investor untuk berkeinginan mengembangkan Bandara SMB II menjadi yang lebih baik lagi,” katanya.

Sementara itu, Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Sumsel, Taufik Husni sangat mendukung upaya PTAP II Bandara SMB II  membangun hotel dengan mencari investor. Dikatakannya, upaya ini salah satu bentuk pelayanan kepada konsumen pengguna jasa bandara.

Namun, Taufik mengharapkan, di samping pengembangan-pengembangan fasilitas lainnya di sekitar terminal bandara, pihak PTAP II juga perlu memperhatikan area parkir. Salah satunya memperhatikan pintu parkir agar tempatnya lebih dimajukan dan membebaskan biaya parkir di area menurunkan barang dan penumpang di terminal kedatangan.

“Harusnya pihak bandara meniadakan biaya parkir droping penumpang dan tidak memilih-milih kendaraannya sesuai dengan warna plat. Kalau begini, kan namanya diskriminasi. Nah, kalau bisa dihapuskan sistem diskriminasi seperti itu agar konsumen merasa tidak dibeda-bedakan dan disamakan dengan yang lainnya,” katanya. /osk