Angkutan Tujuan TAA Mulai Ramai

 

Palembang, BP

Pelabuhan Tanjung Api-api (TAA) memang belum beroperasi. Namun angkutan umum menuju pelabuhan tersebut  telah tersedia. Sedikitnya, 30 angkutan bisa melayani masyarakat yang menuju kawasan tersebut.

Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi, dan Informatika (Kadishubkominfo) Kabupaten Banyuasin Supriadi, mengatakan, arus transportasi dari Palembang atau Terminal Alang-alang Lebar (AAL) dan Banyuasin menuju Pelabuhan TAA sudah lancar. Saat ini sudah banyak kendaraan, baik angkutan umum, angkutan desa (angdes), maupun kendaraan plat hitam beroperasi menuju ke lokasi tersebut.

Menurut Supriadi, beberapa angkutan yang melayani penumpang di daerah tersebut, yakni Damri sebanyak enam unit perintis dan AC, angdes tiga unit, dan kendaraan pribadi sebanyak 20 unit. Kendaraan ini siap mengangkut penumpang menuju kawasan ekonomi khusus setiap harinya dengan ongkos Rp10.000 sekali jalan.

“Ya, sekarang sudah banyak angkutan umum ke TAA, walaupun pelabuhan ini belum beroperasi. Ini sangat membantu masyarakat yang pulang-pergi ke wilayah itu,” ujar Supriadi saat ditemui usai menghadiri Paparan Membahas Rekomendasi Mengenai Kesesuaian Rencana Lokasi Terminal Khusus di ruang rapat Bina Praja Pemprov Sumsel, Kamis (19/4).

Jumlah angkutan umum yang ada saat ini masih dinilai cukup. Sebab, arus penumpang yang menuju pelabuhan ini juga belum begitu ramai. Namun, jika pelabuhan ini sudah beroperasi, pihaknya segera menambah moda transportasi massal seperlunya. Penambahan unit angkutan ini, akan dikoordinasikan dengan Dishubkominfo Provinsi Sumsel dan pemerintah pusat.

“Idealnya, jumlah angkutan ke sana (TAA) sebanyak 50 unit. Tapi sekarang kita bertahap dulu, kalau TAA sudah beroperasi, Transmusi kita usulkan masuk ke sana, dan Damri dimintakan ditambah, begitu juga dengan angdes,” terangnya.

Sedangkan bagi kendaraan pribadi yang saat ini turut beroperasi, pihaknya akan menertibkannya jika TAA resmi beroperasi. Saat ini, pihaknya masih memberikan toleransi kepada pemilik kendaraan pribadi untuk mengantar jemput penumpang menuju pelabuhan ini. “Ya, kalau sudah beroperasi, jelas kita tertibkan. Kalau sekarang, ya masih kita maklumi saja dulu,” katanya.

Sebelumnya, Kepala Dinas PU Bina Marga Provinsi Sumsel Heri Amalindo mengatakan, pembangunan jalan akses menuju Pelabuhan TAA sepanjang lima kilometer memakan waktu lebih kurang delapan bulan sejak April ini. Dengan demikian, diperkirakan November mendatang sudah bisa dilewati. “Paling tidak, akhir November nanti sudah selesai dibangun,” ujarnya beberapa waktu yang lalu.

Sementara itu, Kadishubkominfo Provinsi Sumsel Sarimuda menambahkan, pelabuhan TAA akan menggantikan Dermaga 35 Ilir Palembang dengan rute pelayaran Palembang-Kepulauan Bangka Belitung. Untuk pengoperasiannya, pihaknya telah menerima izin jalur lintasan dari Kementerian Perhubungan RI menyusul penyelesaian tahap pembangunan pelabuhan TAA yang telah mencapai seratus persen dan siap dioperasikan.

“Jika sudah diresmikan, otomatis operasinya sudah dilakukan. Dermaga 35 Ilir tidak bisa lagi melayani penyeberangan laut menuju atau dari Bangka Belitung,” ujarnya.

Sambil menunggu peresmian, pihaknya saat ini melengkapi beberapa fasilitas pendukung yang belum dibangun, seperti pagar dan beberapa fasilitas lain. “Genset sudah dipasang, akses jalan sudah selesai dibangun. Tinggal beberapa fasilitas pendukung saja yang belum, sekarang masih dalam proses pengerjaan,” jelasnya. /nto