Alfamart Berdayakan UKM Sumsel

Palembang, BP

Perusahaan retail Alfamart terus berupaya menciptakan hubungan yang sinergi dengan pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) dan pemilik warung tradisional. Warung modern ini tidak sekadar memasok barang sebagai jaringan Alfamart, namun juga memberikan pelatihan dengan pedagang kecil seperti tata buku yang baik.

Sementara untuk memberdayakan UKM, Alfamart menerima produk hasil olahan UKM untuk dipasarkan dengan syarat kualitas tidak mengecewakan pelanggan. “Kami ini ingin menjadi agen perubahan untuk sektor UKM dan perekonomian,” demikian dikatakan Coorporate Communications Senior Manager PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (Alfamart) Choirullah ketika mengunjungi dapur redaksi BeritaPagi, Kamis (19/4).

Dia mengatakan, sudah banyak program yang dilakukan Alfamart secara nasional, untuk memajukan dan menyamakan persepsi terhadap warung-warung tradisional. “Secara nasional, kita telah mempunyai warung tradisional (outlet) binaan sebanyak 1.000 hingga 2.000 outlet. Sekarang ini masyarakat ingin perbaikan pelayanan. Melalui mitra binaan, kita ingin warung tradisional itu mempunyai manajemen modern naik dari segi pembukuan maupun distribusinya,” katanya.

Menurut dia,  untuk produk UKM, jika untuk di Palembang mungkin bisa diterima seperti kemplang. Namun, selain dari segi kualitas yang harus memenuhi standar, pun kemasan serta izinnya. Jadi produk olahan UKM bisa masuk ke toko-toko Alfamart, asal memenuhi kriteria yang ditetapkan.

Sementara untuk Sumsel sendiri, Alfamart telah menyebar 100 tokonya. Khusus di Kota Palembang, terdapat 76 toko dan satu gedung Distribusi Center.   “Kita akan melakukan perluasan jaringan dengan memperbanyak toko kita. Idealnya di Palembang saja harus berdiri 200 toko Alfamart untuk melayani masyarakat,” ujarnya. /bud