1.159 Personel Amankan Pemilukada

Palembang, BP

Sebanyak 1.159 personel polisi di Sumatera Selatan (Sumsel) akan mengamankan proses Pemilihan Umum Kepada Daerah (Pemilukada) pada 2012-2013.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Bidang Humas Polda Sumsel AKBP R Djarot Pandavova saat paparan program kerja tiga bulanan dan program kerja pengamanan ke depan di ruang kerjanya, Kamis (19/4).

Menurut Djarot, 1.159 personel polisi yang akan diturunkan terdiri dari 819 personel dari Polres dan sisanya 340 personel dari BKO Polda Sumsel.

“Kalau memang personel yang diterjunkan dianggap kurang di lapangan akan dilakukan penambahan dengan sendirinya sesuai kebutuhan, itu bentuk keseriusan kita mengamankan pesta demokrasi mendatang, dan itu menjadi program pengamanan kita ke depan,”  ujar Djarot.

Ia pun yakin dengan jumlah personel yang diterjunkan tersebut dapat mengatasi berbagai persoalan keamanan dan ketertiban selama Pemilukada berlangsung.

“Kita juga berharap dukungan masyarakat untuk mengamankan daerah sendiri saat Pemilukada berlangsung. Jangan membuat masalah, karena kalau sudah mengarah kepada tindak kriminalitas hukumannya jelas penjara,” kata Djarot.

Selain itu, ia juga mengimbau kepada masyarakat senantiasa waspada dengan maraknya tidak kriminalitas konvensional yang mendominasi tindak kejahatan sekarang ini.

Tindak kriminalitas konvensional ini beragam mulai dari tindak kekerasan dengan pemberatan, tindak kekerasan ringan,  pencurian kendaraan bermotor hingga penembakan.

“Jumlahnya paling banyak selama Januari hingga Maret 2012 mencapai 5900 kasus, jauh dibandingkan dengan tindak kekerasan trans nasional seperti narkoba yang hanya 194 kasus,” ungkap Djarot.

Ia mengatakan, sikap waspada mengatasi ancaman tindak kejahatan konvensional dapat dilakukan dengan sikap  kehati-hatian, tidak memancing pelaku melakukan tindak kejahatan seperti mengunci kendaraan dengan kunci ganda, tidak menggunakan tas sandang saat berpergian menggunakan kendaraan bermotor, termasuk terus menggalakkan keamanan lingkungan mengatasi pelaku tindak kejahatan.

“Jika sikap hati-hati itu sudah diterapkan saya yakin masyarakat akan terhindar dari kejahatan konvensional, dan terpenting lagi segera melaporkan ke polisi jika mengalami tindak kejahatan agar segera bisa dibantu penyelesaiannya,” tukas Djarot. /git