Tarmo Meninggal Diduga Malpraktik

Martapura, BP

Keluarga Cipto Susilo (42), warga asal Desa Tanjungmas, Kecamatan Buaymadang Timur, Kabupaten OKU Timur melaporkan Doto (30) seorang mantri yang berdomisili di Desa Karangsari Kecamatan Belitang II atas dugaan malpraktik terhadap orangtuanya atas nama Tarmo (70), warga Desa Tanjungmas.

Informasi dari kepolisian, Rabu (18/4), polisi melakukan otopsi terhadap jenazah Tarmo, yang diduga meninggal akibat pengaruh obat-obatan yang diberikan oleh mantri Doto sebelum meninggal dunia. Atas permintaan keluarga korban, polisi kemudian membongkar kuburan Tarmo yang berlokasi di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Desa Tanjungmas untuk melakukan otopsi.

Menurut Kapolres OKU Timur AKBP Kristiyono, SIk, MSi melalui Kasat Reskrim AKP Janton Silaban, otopsi dilakukan atas permintaan anak Tarmo atas nama Cipto yang mencurigai kematian ayahnya atas kesalahan pemberian obat yang diduga adalah malpraktik.

“Awalnya Cipto memanggil mantri Doto karena ayahnya menderita sesak napas, dengan badan yang lemas serta sakit perut pada Minggu (11/3) lalu. Mantri Doto dijemput dan menyuntik Tarmo serta memberikan beberapa kapsul,” ungkap Janton menceritakan kronologis kejadian.

Dilanjutkan Janton, keesokan harinya, Senin (12/3), Cipto kembali mendatangi mantri Doto karena penyakit yang diderita ayahnya tak kunjung sembuh. Mantri Doto kembali datang dan mengobati serta kembali menyuntik Tarmo.

“Namun pada Selasa (13/3) sekitar pukul 04.30, wajah Tarmo membengkak sehingga keluarganya berinisiatif membawanya ke RSUD Gumawang untuk dirawat. Setelah dirawat beberapa jam, sekitar pukul 11.00 siang, Tarmo meninggal dengan kondisi seluruh tubuh membengkak,” kata Janton menceritakan.

Menurut Janton, keluarga korban yang tidak terima dan mencurigai ada dugaan malpraktik, langsung melaporkan ke Mapolres OKU Timur untuk dilakukan otopsi terhadap jenazah Tarmo. “Otopsi sudah kita lakukan, tinggal menunggu hasilnya. Kalau memang terbukti kita tinggal memeriksa mantri itu. Namun saat ini kita belum melakukan pemeriksaan apa-apa terhadap mantri karena masih menunggu hasil otopsi,” terang Janton. /mas