Sungai Enim Tercemar

Muaraenim, BP

Warga Muaraenim patut waspada, menyusul bahan baku air PDAM di Sungai Enim tercemar.

Kian banyaknya aktivitas perusahaan penambangan maupun perusahaan lain yang berada di hulu Sungai Enim membuat kualitas air semakin buruk.

Bahkan, kemarin Rabu (18/4) sekitar pukul 10.30, air Sungai Enim yang digunakan sebagai air baku PDAM Lematang Enim diduga telah tercemar.

Selain warna air berubah keruh kehitam-hitaman, juga bercampur minyak. Perubahan warna air tersebut tidak seperti hari biasanya.

Ironisnya, Badan Lingkungan Hidup (BLH) Muaraenim malah tidak  tahu alias ’tidur’ dari persoalan serius tersebut.

Ketua Komisi II DPRD Muaraenim Aries HB yang telah melihata secara langsung Sungai Enim menduga air itu telah tercemar.

Anehnya lagi, salah seorang pegawai BLH Muaraenim ketika wartawan mencoba mengkonfirmasi soal dugaan pencemaran air sungai tersebut, malah dia minta awak media mengisi formulir pengaduan.

”Aku tu tau kamu wartawan, cuma prosedurnya kamu harus mengisi formulir pengaduan pencemaran,” jelas salah seorang pegawai wanita BLH kepada wartawan.

Parahnya, Kepala BLH Muaraenim H Zulkarnain Bachtiar ketika dikonfirmasi juga tidak tahu adanya air Sungai Enim tercemar. ”Dilokasi mana air Sungai Enim itu tercemar,’ tanya Zulkarnain kepada awak media.

Ketidak pekaan BLH terhadap pencemaran air Sungai Enim itu sangat disesalkan Ketua Komisi II DPRD Muaraenim Aries HB.

”Saya menyesalkan BLH yang hanya ’tidur; sehingga  tidak tahu kalau air Sungai Enim tercemar. Karena saya melihat sendiri air Sungai itu berubah warna tidak seperti hari biasanya. Air itu telah bercampur minyak,” cetus Aries.

Menurutnya, BLH seharusnya tanggap terhadap setiap permasalahan pencemaran lingkungan, tidak menunggu adanya pengaduan baru turun ke lapangan. /nur