Sumsel Bentuk Gugus Tugas Hemat Energi dan Air

Palembang, BP

Pemerintah Propinsi (Pemprov) Sumsel membentuk Gugus Tugas Gerakan Hemat Energi dan Air. Pembentukan gugus tugas ini dilakukan sebagai implementasi Intruksi Presiden (Inpres) No 13/2011 tentang Penghematan Energi dan Air.

Staf Khusus Gubernur Sumsel Bidang Penanganan Perubahan Iklim Najib Asmani mengatakan, langkah tersebut bertujuan mengantisipasi keterbatasan kemampuan pasokan energi bahan bakar minyak (BBM), listrik, dan air khususnya bagi instansi pemerintah di lingkungan Pemprov Sumsel, kemudian secara bertahap diteruskan ke kalangan industri, jasa, perdagangan, serta rumah tangga.

”Kita sudah bentuk gugus tugas hemat energi. Dengan begitu, Sumsel menjadi provinsi pertama di pulau Sumatera yang berkomitmen melakukan penghematan energi,” ujarnya usai membuka Workshop Gugus Tugas Hemat Energi di ruang rapat Bina Praja Pemprov Sumsel, Rabu (18/4).

Salah satu bentuk konkret dari program ini yakni berkomitmen mengurangi jam operasi peralatan pendingin ruangan (AC), pencahayaan lampu aksesoris, dan pemakaian air serta pemakaian BBM. Teknis pengurangan jam operasi peralatan ini, misalnya AC dihidupkan pada awal jam kerja dan dimatikan satu jam sebelum berakhir.

Sementara untuk hemat BBM, Najib mengaku Sumsel telah melakukan pengurangan terhadap pemakaian BBM sekitar 50 persen. ”Walaupun Instruksi Menteri agar mobil dinas memakai Pertamax mulai Juni bagi di luar pulau Jawa, tapi sekarang kita sudah mulai bertahap melakukannya, tinggal membuat aturan teknis operasionalnya saja. Jadi, Juni nanti sudah bisa realisasikan sepenuhnya,” ujarnya.

Lebih lanjut Najib mengungkapkan, Tim Gugus Tugas Hemat Energi dan Air yang dibentuk di masing-masing Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkungan Pemprov Sumsel ini, bertugas memantau dan mengevaluasi kegiatan penghematan di lingkungan kerja masing-masing.

”Tim ini akan mengevaluasi setiap tiga bulan sekali dan kemudian melaporkan ke Gubernur Sumsel untuk ditindaklanjuti,” terangnya.

Selain memantau dalam upaya penghematan energi dan air di lingkungan kerja masing-masing, lanjutnya, tim ini juga akan membuat rencana aksi agar bisa memonitoring yang bertujuan merubah perilaku Pegawai Negeri Sipil (PNS) sehingga memiliki kesadaran untuk melakukan penghematan energi.

”Kesadaran PNS ini sangat diperlukan. Karena percuma kita bentuk tim khusus kalau PNS-nya masih belum sadar pentingnya penghematan ini,” pungkasnya. /nto