PT SA Digoyang Demo

Muaraenim, BP

Sedikitnya 500 karyawan PT Suryabumi Agrolanggeng (PT SA) menggelar demonstrasi ke DPRD Muaraenim, Rabu (18/4) sekitar pukul 10.00.

Mereka mengadukan nasibnya atas tindakan perusahaan perkebunan kelapa sawit itu yang telah melakukan intimidasi kepada karyawannya.

Pengunjukrasa juga mengadukan perusahaan yang belum memenuhi hak-hak normatif karyawan dan belum menyepakati Surat Kesepakatan Bersama (SKB).

Ratusan karyawan PT SA ini datang ke gedung dewan dengan  mengendarai sekitar sepuluh  unit mobil truk dengan pengawalan ketat aparat  Polres Muaraenim dan Satpol PP.

Dalam aksinya,  mereka menyampaikan berbagai orasi yang intinya mengecam tindakan perusahaan.

Mereka juga membentangkan berbagai spanduk menggunakan kertas kartun di antaranya berisikan Usir Kurnadi dari Suryabumi, SKB terhambat gara-gara Kurnadi dan Kurnadi penghisap darah buruh.

Usai melakukan orasi, sekitar 16 orang perwakilan karyawan diterima Ketua DPRD Muaraenim M Thamrin AZ, Ketua Komisi III, Devi Harianto, dan anggota Komisi I dan IV DPRD, H Subardi Akbar, Saiful Iqbal Ashofa, Dwi Windarti, dan Ersangkut.

Dalam pertemuan itu, hadir juga Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muaraenim, Abuhanifah. Manajer HRD PT SA Agus Wijaya.

Sedangkan perwakilan karyawan yang diterima di antaranya Dian Andrea dan Kuasa Hukum Karyawan, Rahmansyah SH.

Dian Andrea dihadapan wakil rakyat tersebut telah menyampaikan beberapa tuntutan yang menjadi aspirasi karyawan.

Di antaranya permasalahan SKB yang sudah lama diajukan karyawan, namun belum ada penyelesaian dari pihak perusahaan.

Penyelesaian SKB  sengaja diulur-ulur oleh pihak perusahaan. Setiap ditanya, pihak perusahaan  selalu mengatakan  masih berada di Disnaker.

Keberadaan Kurnadi yang menjadi kepercayaan perusahaan dituding banyak merugikan karyawan.

Di antaranya diduga telah melakukan pemotongan uang karyawan kontrak. Selain itu perusahaan terindikasi tidak memenuhi hak normatif karyawan.

Kemudian Kurnadi selaku kepercayaan perusahaan akan melakukan mutasi terhadap ketua Serikat Buruh Bersatu Muaraenim (SBBM) sektor PT SA bernama Mustaridin. Ada indikasi untuk melumpuhkan keberadaan organisasi SBBM di perusahaan itu.

Terhadap beberapa tuntutan yang diajukan karyawan, akhirnya pertemuan itu menyepakati bahwa SKB yang telah ditanda tangani karyawan dan pihak perusahaan segera mendapatkan legalitas dari Disnaker Muaraenim.

Selama SKB tersebut belum mendapatkan legalitas, pihak perusahaan tidak melakukan mutasi terhadap karyawannya.

Setelah ada kesepakatan itu, sekitar pukul 12.40 karyawan membubarkan diri dengan tertib. /nur