Penyuluhan KB Terus Digalakkan

Palembang, BP

          Badan Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan (BKB-PP) Kota Palembang terus menggalakkan penyuluhan program KB, terutama kepada pasangan usia subur. Ini sebagai upaya untuk mengantisipasi ledakan penduduk pada masa mendatang.

Asisten IV Bidang Kesejahteraan Sekretariat Kota Palembang Apriadi S Busri mengatakan, untuk menekan laju pertumbuhan di Palembang, sosialisasi KB sangat diperlukan serta peran masyarakat untuk menyukseskan program ini.

“Dengan jumlah peserta KB aktif sudah mencapai 82,34 persen atau lebih dan TFR atau total fertility rate rata-rata 1,9 diperkirakan jumlah penduduk Kota Palembang tahun 2020 mencapai 1,7 juta jiwa. Jumlah tersebut masih ideal dengan luas Kota Palembang 400,25km persegi, tiap 1km persegi dihuni 4.247 jiwa. Namun program KB kalau dibiarkan atau tidak dijalankan, jumlah penduduk di Palembang bisa meledak,” kata Apriadi, Rabu (18/4).

Berdasarkan sensus penduduk 2010, warga Palembang berjumlah 1.451.095 jiwa, dengan angka laju pertumbuhan penduduk sebesar 1,1 persen, TFR 2,1 persen. Penduduk tersebut penyebarannya tidak merata. Untuk kecamatan yang menjadi pilihan bermukim di Kecamatan Ilir Timur II sebanyak 159.817 jiwa, Ilir Barat I 125.732 jiwa, Seberang Ulu I 163.531 jiwa, dan Sukarami 138.717 jiwa.

“Alasan kenapa warga lebih memilih di kawasan tersebut, karena lebih mudah untuk mencari penghasilan memenuhi kebutuhan hidup seperti pedagang asongan, penarik becak, tukang parkir, penjaga toko, dan lainnya,” ungkap Apriadi.

Sementara dari data hasil pelayanan KB tahun 2011 lalu, pencapaian KB baru 75,025 atau 109,29 persen dari target 68,648. Sedangkan peserta KB aktif 224,474 orang atau 82,34 persen dari pasangan usia subur 272,628. serta untuk MDG (Milenium Development Goals) peserta KB aktif sampai 2015 harus 70 persen.

Terkait dengan itu, Kepala BKB-PP Kota Palembang, Yulius Khaidar, mengatakan, pencapaian program KB Nasional di Palembang sampai akhir tahun 2011, yakni dari target Kontrak Kinerja Program (KKP), sebesar 75,425 atau 109,29 persen dari target 68,648. Sementara peserta KB vasektomi tahun 2011 mencapai 499 orang atau 13,689 persen dari target 439. “Ini membuat Palembang rangking pertama vasektomi di Sumsel,” ujarnya.

Namun, diakui Yulius, pihaknya kekurangan penyuluh KB (PLKB) di setiap kelurahan. Di mana jumlah PLKB sebanyak 58 orang, rata-rata 1 PLKB menangani dua kelurahan. “Untuk idealnya, satu kelurahan ada satu PLKB,” jelasnya. /rul