Pencairan Dana PNPM Dijamin Tepat Sasaran

Palembang, BP

Pencairan dana Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri Kota Palembang dijamin tidak akan keluar dari sasaran. Dari total Rp46,6 miliar dana yang digelontorkan pemerintah pusat, Rp40,3 miliar dan Rp3,6 miliar untuk pemda, semua dinilai tepat ke pihak yang dituju.

Hal ini dikatakan Ketua Pejabat Pembuat Komitmen Program Pengentasan Kemiskinan Perkotaan (PPK P2KP) Dinas Pekerjaan Umum Cipta Karya (PU CK) Palembang, Ahmad Zulkarnaen, saat workshop PNPM Mandiri Perkotaan di Hotel Bumi Asih, Rabu (18/4).

“Dana PNPM tidak mungkin bocor, karena dalam proses pencairan kita disaksikan sendiri oleh masyarakat dan berbagai pihak terkait seperti Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda),” ujar Ahmad.

Jaminan ini, menurut dia, diperkuat dari hasil audit berkala yang dilakukan pada setiap program yang dijalankan oleh PNPM. Di samping itu, pembagian dana yang diperuntukkan sebagai pemerataan dan pengentasan kemiskinan ini, disesuaikan dengan kondisi kelurahan yang ada di setiap daerah.

“Artinya, dana yang dikucurkan ke setiap kelurahan tidak akan sama. Besaran dana di setiap kelurahan tentu berbeda–beda, ini disesuaikan dengan luas kelurahan masing–masing. Namun kisaran dananya hanya Rp8 juta – Rp10 juta per kelompok dalam suatu kelurahan,” katanya.

Sama halnya dengan kucuran dana program PNPM di setiap kelurahan juga bervariasi. Program–progam inilah yang dibawahi oleh Lembaga Keswadayaan Masyarakat (LKM) yang nantinya bertugas sebagai pengelola anggaran itu.

Sementara perwakilan dari Bappeda Sumsel, Nova Yanti, menambahkan, secara keseluruhan program PNPM di Sumsel dikategorikan berhasil. Hal ini mengacu dari turunnya angka kemiskinan di atas rata – rata nasional sebesar 6 persen.

“Penurunan standar penanggulangan kemiskinan nasional sebesar 4 persen. Kita mampu menurunkannya sebesar 6 persen dari tahun 2002–2011 dari 20 persen menjadi 16 persen,” jelasnya.

Atas dasar itulah, ia berharap agar program PNPM dapat terus bergulir untuk memeratakan pembangunan dan mengentaskan kemiskinan di Bumi Sriwijaya. “Bila PNPM ini terus berlanjut, bukan tidak mungkin penurunan angka kemiskinan di Sumsel akan lebih cepat,” ujarnya. /rul