Pasang Listrik PLN di Desa Pule Rp4,5 Juta

Palembang, BP

Warga Desa Pule, Kecamatan Pemulutan, Kabupaten Ogan Ilir dikenai biaya hingga Rp4,5 juta untuk pemasangan baru aliran listrik PLN. Merasa tak wajar, warga pun mengadukan hal itu kepada DPRD Sumsel asal Dapil OKI-OI, Rabu (18/4).

Buhori, Kepala Desa Pule, mengatakan, mereka pernah menanyakan besarnya biaya pasang baru itu, kepada oknum terkait di desa. Namun, yang didapat malah pemaksaan dan intimidasi yang dilakukan pihak swasta dengan cara memasang tiang tanpa aliran listrik.

“Saya tidak tahan dipaksa terus untuk membujuk warga memasang listrik dengan harga pemasangan yang sangat tinggi, hampir tiap hari oknum yang didampingi preman kampung datang dan meminta saya mengerahkan warga memasang listrik kepadanya. Parahnya mereka ingin dibayar di muka sebelum listrik dipasang. Saya tak ingin tertipu jadi saya laporkan permasalahan ini kepada wakil rakyat,” tutur Buhori ditemui di DPRD Sumsel.

Menanggapi masalah tersebut, Rusdi Tahar, anggota DPRD Sumsel asal Dapil OKI-OI, mengatakan, pihaknya tidak akan tinggal diam dengan apa yang dihadapi warga Desa Pule. Apalagi memang pemerintah sudah memberikan program pemasangan aliran listrik dengan bantuan pemerintah melalui program lisdes.

“Dari program itu, instalasi listrik dibantu oleh pemerintah, hanya saja sambungan ke rumah warga dibebankan kepada masing-masing KK. Sehingga biaya yang diberikan tidak begitu mahal,” ungkap Rusdi Tahar.

Tahar menambahkan, untuk meyakinkan, warga maka pihaknya meminta PLN datang langsung dan bertemu masyarakat. “Saya sengaja mengundang PLN untuk menjelaskan kepada masyarakat bahwa harga yang ditetapkan pemerintah tak setinggi yang diberikan oknum. Namun, masyarakat memang harus bersabar sampai program lisdes masuk Pule,” tegas dia.

Sementara itu Harun A Roni, Asisten Manajer Pelayanan PLN Distrik Palembang, mengatakan, sampai saat ini PLN belum mengetahui pihak mana yang sudah memasang tiang menuju desa tersebut. Tapi ia memastikan, aktivitas itu bukan pekerjaan PLN. Sebab, program lisdes belum sapai ke Desa Pule.

“Kedatangan kami hari ini (kemarin-red) untuk mengedukasi masyarakat supaya tidak mudah tertipu dengan janji pihak yang mengatasnamakan PLN. Mereka bisa jadi melakukan pemasangan, tapi hendaknya warga tidak begitu saja percaya. Jangan mau mengeluarkan uang sampai aliran listrik betul-betul masuk ke rumah mereka. Sebab bisa saja itu merupakan bentuk akal-akalan untuk mendapatkan keuntungan,” kata dia.

Soal kapan program lisdes bisa dirasakan warga Desa Pule, Harun mengatakan, tahun 2012 akan segera dianggarkan aliran untuk desa itu. Hanya saja, dirinya minta masyarakat untuk bersabar dan jangan mudah diiming-imingi janji yang belum tentu kebenarannya. /osk