Murid SD Dibunuh di Kolam Ikan

Palembang, BP

Seorang murid SD ditemukan tewas di kolam ikan. Diduga sebelum nyawanya dihabisi, korban diperkosa pelaku yang belum diketahui identitasnya.

Malang  nasib Oktavianti (10), warga Jalan Perumas Talang Kelapa RT 21 RW 11, Kelurahan Talang Kelapa, Kecamatan Alang-alang Lebar. Korban yang masih mengenakan baju sekolah Pramuka MI Al Hikmah Palembang, ditemukan tewas mengambang di kolam ikan ukuran 2×3 meter di Komplek Griya Talang Kelapa RT 50 RW 14 Kelurahan Talang Kelapa, Kecamatan Sukarami, Rabu (18/4) pukul 09.00.

Pelajar kelas IV SD ini ditemukan warga sekitar sudah mengambang dengan posisi muka menghadap ke air dan sedikit ditutupi pohon pisang. Korban juga diketahui masih mengenakan kaos kaki sekolah dengan kondisi sudah membusuk.

Dari pantauan di lapangan, korban Oktaviani ditemukan salah seorang warga yang hendak mencari burung di lokasi penemuan. Saat berada di lokasi, warga tersebut melihat korban yang tertelungkup lengkap mengenakan baju seragam pramuka. Lantaran penasaran, warga kemudian mendekat dan terlihat sesosok mayat sudah mulai membusuk. Warga kemudian melaporkan penemuan tersebut ke Polsek Sukarami yang langsung melakukan olah tempat kejadian.

“Kami juga tahu dari warga yang melihat dari nama di bajunya kalau itu Okta, saat mendengar itu kami semula tidak percaya. Saat kami lihat memang benar nama di bajunya Oktaviani dan lokasi sekolahnya SD Al Hikmah Palembang,” ujar Lili, bibi korban ketika ditemui di lokasi penemuan.

Setelah diperiksa petugas, ternyata korban tidak mengenakan celana dalam dan kondisi rok sudah terangkat hingga pinggang. Selain itu, jilbab korban juga tidak ada di lokasi penemuan dan terdapat luka bekas sayatan yang berada di lengan kanan, leher dan kening.

Korban kemudian dibawa ke Kamar Mayat Rumah Sakit dr Mohammad Hoesin (RSMH) Palembang untuk dilakukan visum. Dari hasil visum sementara Forensik RSMH Palembang, diduga korban tewas setelah dianiaya dan diperkosa karena ketika dilakukan pemeriksaan d ibagian alat vitalnya, terdapat kerusakan yang disebabkan paksaan. Setelah dilakukan visum, jenazah Oktaviani langsung dimandikan dan dimakamkan di TPU Kebun Bunga Palembang.

Diketahui Oktaviani yang masih duduk di kelas IV ini, meninggalkan rumah untuk berangkat ke sekolah pada Sabtu (14/4) sekitar pukul 06.30. Saat meninggalkan rumah, Oktaviani mengenakan seragam Pramuka panjang lengkap dengan jilbab. Oktaviani berpamitan untuk ke sekolah bersama teman-temannya, tetapi saat di jalan Oktaviani berpisah dan memilih jalan pintas.

Menurut Lili, saat pergi sekolah Okta pergi bersama sapupunya Rangga kelas V SD. Lantaran Rangga diajak temannya naik sepeda motor, lantas Okta pergi sendirian ke sekolah dengan berjalan kaki. Diduga saat itulah Okta menghilang dan dianiaya pelaku.

“Kita sangat terkejut melihat korban tewas dengan tragis, padahal sudah kami cari di dekat situ kemarin tetapi tidak ditemukan. Kami harapkan kepada petugas kepolisian jika memang Okta dibunuh, agar sang pembunuh dapat ditangkap dan mendapat hukuman yang setimpal,” ucap Lili.

Kapolsek Sukarami Palembang Kompol Trie Aprianto didampingi Kanit Reksrim Iptu Hanys B Pamungkas membenarkan adanya penemuan mayat Oktaviani siswa SD Al Hikmah kelas IV yang hilang sejak 14 April 2012 lalu. Pihaknya akan melakukan penyelidikan terhadap tewasnya Oktaviani yang diduga menjadi korban penganiayaan.

“Untuk sementara dugaan korban dianiaya, sedangkan untuk pemerkosaan masih kami dalami dan menunggu hasil visum dari pihak kedokteran,” tegas Trie. /ren