Masyarakat Muba Bentuk KKMU

Palembang, BP

Masyarakat asal Musi Banyuasin (Muba) yang bermukim di Palembang membentuk Kerukunan Keluarga Muba (KKMU).

Menurut Ketua KKMU, Affandi Udji, pembentukan KKMU sebenarnya untuk menyambung keinginan sebagian besar masyarakat Muba di rantau. “Karena sekitar 30 persen masyarakat Muba ada di Palembang, jadi ajang silaturahmi ini akan kita manfaatkan sebaik-baiknya untuk kegiatan sosial,” kata Affandi, di sela-sela silaturahmi, Rabu (18/4).

Affandi mengungkapkan, pembentukan KKMU juga untuk menunjukkan eksistensi putra Muba yang ada di perantauan, dalam membantu pembangunan di Palembang dan di Muba. “Intinya masyarakat Muba yang ada di perantauan, khususnya di Palembang ini, akan terakomodir,” kata dia.

Disinggung soal terbentuknya KKMU akan mengarah pada dukungan ke salah satu tokoh yang akan maju pada Pemilukada Palembang tahun 2013 mendatang, Affandi menyatakan bahwa pihaknya belum berpikir ke arah sana.

“Karena KKMU hanyalah organisasi sosial, tapi kalau masyarakat Muba yang ada di perantauan ini menginginkan maju untuk menjadi calon Walikota Palembang, itu berarti individu dari orang-orang terbaik KKMU yang ada di Palembang,” tukasnya.

Sekretaris Umum KKMU, Husyam Usman, menambahkan, hal yang paling mendesak dilakukan KKMU saat ini mungkin mendata seluruh elemen masyarakat Muba yang ada di Palembang.

“Ya warga Muba ini kan banyak dan kawan-kawan yang berasal dari berbagai dusun yang ada di Muba masih ada yang belum kita maping. Setelah itu selesai, maka KKMU akan menggelar beragam kegiatan sosial,” tambahnya.

Salah satu pembina KKMU, Alimin Nurdin, menuturkan, banyak warga rantauan atau tokoh-tokoh dan sesepuh Muba, tinggal cukup lama di Palembang. Seperti Kyai H Yusman Haris, Taufik Rachman, Ali Abdullah, Yusuf Chaeruddin, dan masih banyak tokoh lain, yang ikut merasakan kerinduan untuk bersilaturahim dan berbuat sesuai kemampuan masing-masing.

“Arah KKMU ini lebih kepada kegiatan sosial, jadi di samping membangun kebersamaan, kita juga memfasilitasi bagi yang tua untuk berdarma terhadap yang lemah dan KKMU bertindak sebagai mediator yang menjembatani,” katanya.

Menurut Alimin, warga Muba di rantauan ini berkiprah di banyak bidang. Ada yang berasal dari kalangan akademisi, diyakini, tanpa diminta pun mereka akan memberikan saran bagi pembangunan Muba yang merupakan daerah kaya agar mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakatnya.

Terkait adanya organisasi masyarakat lain seperti Ikatan Keluarga (IKA) Muba, Alimin mengatakan, bisa saja masyarakat yang belum terakomodir dalam IKA Muba, akan diakomidir di KKMU.

“Intinya kita bukan bersaing, tapi memberi ruang untuk siapa yang ingin berbakti dan mengabdi, jangan sampai terjadi kemubaziran. Kalau arah menuju Pemilukada Palembang belum ada, tapi kalau ada keinginan dari tokoh Muba untuk maju, itu lumrah, tapi pendirian ini murni hanya untuk menaungi para sesepuh untuk bersilaturahim,” tegas Alimin. /osk