Batas Sumsel – Jambi Segera Diperjelas

Palembang, BP

Dalam waktu dekat, tim dari Dirjen Otda, Kementerian Dalam Negeri, akan turun ke Sumsel guna memperjelas batas Sumsel dan Jambi.
Demikian dikemukakan Kabag Tata Praja Pemprov Sumsel Iskandar Mirza, usai bertemu Komisi I DPRD Sumsel, di DPRD Sumsel, Rabu (18/4).

“Sesuai telepon dari Dirjen Otda akan mengadakan verifikasi batas Jambi dengan Sumsel karena peta sudah dibuat Bakorsirtanal, dan tanggal 21 Mei tim turun dan mereka minta difasilitasi Sumsel dan Jambi, di mana untuk Sumsel perbatasannya dengan Mura di Sarolangun dan Muba di Muara Jambi dan Batang Hari,” kata Iskandar Mirza.

Diakuinya, batas wilayah Sumsel di Muara Medak Jambi yang berada dalam hutan, telah bergeser sekitar 700 meter dari lokasi sekarang akibat tergusur alat berat. Karena itu, sekarang Pemprov Sumsel sedang memasang pilar baru, lokasi di T45 dan sudah disepakati serta sudah disesuaikan dengan aturan Menteri Dalam Negeri (Mendagri).

“Kasus ini baru terungkap beberapa bulan lalu saat ada berita Jambi caplok wilayah Sumsel,” katanya.

Dalam pengecekan sebelumnya juga didapat fakta kalau PT Bahari Jambi, yang merupakan perusahaan kelapa sawit, telah mencaplok wilayah Sumsel hampur 20 hektar. Menurut Iskandar, Pemprov Sumsel sudah menyurati pihak PT Bahari dan pihak PT Bahari mengakui salah serta segera akan memperbaikinya.

“Mereka berjanji akan merevisi HGU-nya, itu urusan BPN Jambi karena izinnya dari Jambi, kami sudah minta bantuan Jambi agar mereka menghentikan aktivitas perusahaan yang masuk Sumsel,” kata Iskandar. Kalau masalah ini selesai, 20 hektar lahan yang dicaplok akan dikembalikan ke Sumsel.

Sedangkan Ketua Komisi I DPRD Sumsel, Yuswar Hidayatullah, meminta kasus ini ditangani sesegera mungkin dan meminta masalah perbatasan segera diatasi karena selama ini penanganannya tidak tuntas.
“Kita minta dilibatkan dalam kegiatan ini agar tahu masalahnya,” kata Yuswar. O osk