Angka Lakalantas Meningkat

Lubuklinggau, BP

Di Kota Lubuklinggau kasus kecelakaan lalu lintas tergolong cukup tinggi. Buktinya, setiap dua hari  ada kasus laka lantas terjadi yang mengakibatkan luka ringan, luka berat. dan meninggal dunia.

Kapolres Kota Lubuklinggau AKBP Chaidir melalui Wakpolres Kompol Slamet Waloyo ketika membuka rapat koordinasi pembentukan forum lalu lintas angkutan jalan (LLAJ) dalam rangka implementasi road safety pathership action di Mapolres Kota Lubuklinggau, Rabu (18/4).

“Rata-rata kasus lakalantas dalam satu bulan sekitar 25-30 kasus. Hampir setiap minggu ada orang meninggal dunia karena laka lantas dan jika diakumulasikan dalam satu tahun korban laka lantas mencapai 50 orang meninggal dunia,” ungkapnya.

Dia menjelaskan, pelanggaran lalulintas cukup sulit dibenahi di Lubuklinggau, jika tidak adanya kepedulian seluruh elemen masyarakat dan kesadaran tertib lalulintas para pengguna jalan raya.

Sementara itu, Kasat Lantas Polres Kota Lubuklinggau AKP Yhogi Hadi Setiawan didampingi Kanit Laka, Iptu Novalina menyebutkan, berdasarkan perbandingan data laka lantas setiap tahunnya mengalami peningkatan.

Untuk 2010 jumlah laka lantas sebanyak 254 kasus dengan korban meninggal dunia 42 orang dengan luka berat 88 orang dan total kerugian material Rp16,9 miliar.

Sedangkan 2011 sebanyak 222 kasus dengan korban meninggal dunia 54 orang dan luka berat sebanyak 74 orang kerugian material Rp22 miliar.

“Untuk kasus pelanggaran mengalami peningkatan tahun 2010 untuk sepeda motor sebanyak 4.359 kasus dan kendaraan roda empat sebanyak 1.328 kasus. Sedangkan tahun 2011sebanyak 6.358 kasus pelanggaran roda dua dan untuk roda empat sebanyak 2.388 kasus,” bebernya.

Menurutnya, kesemerawutan lalu lintas terletak pada penataan areal parkiran yang memakan badan jalan, kurangnya rambu lalu lintas dan ada kegiatan perekonomian yang di sebagian badan jalan.

Faktor lainnya, masih rendahnya kesadaran masyarakat tertib lalu lintas, karena budaya yang terbentuk jika ada petugas dijalan raya maka patuh dan tertib.

Hadir dalam pembentukan forum tersebut, Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika, Dinas Pengerjaan Umum, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Kesehatan, Jasa Raharja, Bagian Hukum dan perwakilan elemen mahasiswa. /kur