56 Orang Terjaring Razia Pol PP


Sebanyak 30 orang tak memiliki kartu tanda penduduk (KTP), selebihnya terjaring sebagai pasangan mesum. Semua dikenakan sanksi sesuai hasil sidang yustisi.

Razia digelar, Selasa (17/4) malam hingga dinihari. Satpol PP Palembang yang mengerahkan 90 personel dibantu lima petugas kepolisian, dua propam TNI, dan lima personel Kodim, menyisir titik yang diduga sebagai tempat-tempat mesum dan penjualan miras.

Masyarakat yang terjaring razia langsung digelandang ke mobil untuk didata. Seluruh warga yang terjaring hanya bisa pasrah dan tanpa perlawanan.

Petugas juga mengamankan lima gerobak milik para pedagang tuak serta satu gerobak penjual petasan dalam skala besar. Untuk barang yang disita, nantinya si pemilik barang akan mengikuti sidang yustisi.

Kepala Satuan (Kasat) Pol PP Kota Palembang Aris Saputra mengatakan, tujuan razia malam itu untuk memberikan rasa nyaman serta terciptanya ketertiban dan ketentraman Kota Palembang dari hal-hal yang bersifat negatif. Razia juga menyusuri penginapan-penginapan serta tempat-tempat kos yang disinyalir menjadi sarang berbuat mesum.

“Mereka yang telah melanggar, akan didata dan kemudian akan diadakan sidang yustisi pada Selasa depan,” kata Aris.

Bagi mereka yang telah dua terjaring razia, khususnya bagi pasangan mesum, maka akan disidang yustisi dengan sanksi yang lebih berat. Tujuan sanksi berat tak lain untuk memberi efek jera agar yang bersangkutan tidak berani mengulangi lagi perbuatan yang sama.

Berdasarkan pantauan BeritaPagi pada malam itu, terlihat para pelanggar tidak bisa berbuat apa-apa atau pasrah saja. Hanya saja seorang ibu pemilik gerobak yang menjual minuman tuak, sambil menggendong anaknya, berusaha menghalangi petugas. Dia berteriak-teriak histeris.

“Jangan Pak, cakmano kami nak makan besok, Pak kalau gerobak dibawa,” teriak perempuan itu sambil menangis.

Aris menjelaskan, pihaknya sudah beberapa kali menyampaikan peringatan untuk tidak menjual tuak, namun tetap saja peringatan itu tidak digubris. Karena itu, menurut Aris, pihaknya terpaksa bertindak tegas. O adk