Siswa SMA Sumsel Terus Dicari Tim Gabungan

Pagaralam,BP

Sedikitnya, 50 personel petugas gabungan dari SAR, Tagana, Orari, Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pagaralam, dan angggota Polres Pagaralam, Senin (16/4) pagi, terus mencari pelajar kelas XI SMA Sumsel Sampoerna Palembang yang terseret arus sungai Lematang Indah Kelurahan Prahu Dipo, Kecamatan Dempo Selatan.

Pencarian korban M Amirul Baqda (16), warga Sungai Lilin, Kabupaten Muba, dipimpin langsung Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Pagaralam H Syafrudin dan Kapolres Pagaralam AKBP Abi Darrin. Selain itu keluarga korban juga dilibatkan dalam pencarian dengan menyisir Sungai Lematang Indah

Sekda Kota Pagaralam H Syafrudin mengatakan, pencarian terhadap korban akan dilakukan selama tiga hari dengan melakukan penyisiran aliran Sungai Lematang Indah hingga memasuki Kabupaten Lahat. Jika selama tiga hari tak kunjung ditemukan, pihaknya akan melakukan koordinasi dengan BPBD Sumsel untuk langkah selanjutnya.

Menurut Syafrudin, penyisiran dimulai dari titik awal hanyut korban hingga ke daerah Kabupaten Lahat oleh 4 tim BPBD Kota Pagaralam dan 3 kelompok dari masyarakat. “Petugas akan berusaha semaksimal mungkin untuk melakukan pencarian dan kita berharap korban segera ditemukan,”katanya.

Kapolres Pagaralam AKBP Abi Darrin menambahkan, pihaknya akan terus berupaya melakukan pencarian korban sampai ditemukan. “Petugas Polres yang diterjunkan sebanyak 20 personel dengan sistem rolling, yang jelas penyidikan dengan pengumpulan data dan keterangan dari saksi terus dilakukan untuk mempercepat proses pencarian,”katanya.

Sedangkan guru SMA Sumsel Sampoerna Patrik mengaku pihaknya sangat terpukul atas kejadian tersebut. Menurutnya, begitu menerima laporan ada siswa yang hanyut, pihaknya langsung terjun ke lokasi kejadian. “M Amirul Baqda tercatat sebagai siswa kita di kelas XI IPA II dan saat ini kita masih fokus untuk melakukan pencarian,”katanya.

Sebelumnya diberitakan, korban dan teman-temannya rekreasi di Sungai Lematang Indah. Amirul kemudian berenang, namun tiba-tiba air bah datang. Teman-temannya berhasil menyelamatkan diri, sedangkan Amirul terseret arus Sungai Lematang. /dar