‘Scanning’ LJUN Pakai Enam Mesin

Palembang, BP

Untuk proses scanning LJUN telah disiapkan enam mesin yang sudah dikalibrasi dan 7 Mei hasilnya sudah harus dikirim ke Puspendik.

Universitas Sriwijaya (Unsri) menggunakan lima mesin utama dan satu mesin cadangan untuk proses scanning (pemindaian-red) Lembar Jawaban Ujian Nasional (LJUN). Kemudian, 7 Mei paling lambat hasilnya sudah dikirim ke Pusat Penilaian Pendidikan (Puspendik) pada Kementerian Pendidikan dan Kebidayaan (Kemdikbud) RI.

Salah satu tim scanning LJUN Universitas Sriwijaya (Unsri) yang enggan namanya disebut mengatakan, untuk proses scanning telah disiapkan enam mesin yang sudah dikalibrasi dan 7 Mei hasilnya sudah harus dikirim ke Puspendik. Akan tetapi berdasarkan pengalaman tahun lalu dalam 18 hari sejak pelaksanaan ujian di hari pertama sudah dapat dikirim.

Untuk itu diperkirakan 3 Mei sudah dapat dikirimkan dalam bentuk compect disk (CD) beserta data peserta ujian yang sudah ter-include ke dalam satu file. Dirinya menjelaskan, sejak selesai ujian nasional di hari pertama LJUN langsung dikirimkan kepada pihaknya dari tiap-tiap Dinas Pendidikan (Disdik). Kemudian terlebih dulu dilakukan pemberkasan untuk menghitung ulang jumlah lembar kesesuaian dengan berita acara serta daftar hadir. Setelah semua berkas diperiksa barulah dilakukan labeling.

“Hari ini (kemarin-red) terlebih dahulu kita lakukan pemberkasan untuk mengetahi pasti jumlah peserta yang hadir dan absen. Kemudian setelah semuanya sesuai baru dilakukan pemindaian,” jelasnya.

Untuk daerah terjauh juga setelah selesai dikirim, tapi untuk daerah terjauh juga mesti mengirimkan LJUN-nya setiap hari, namun jika ada keterlambatan diharapkan memberikan informasi. Tapi biasanya mereka mengirimkannya pada hari kedua dan terakhir

Selain itu, jika memang terdapat kekurangan data yang diisikan peserta dalam LJUN atau ditemukan LJUN tidak terbaca oleh mesin scanning, lantaran kesalahan kertas tidak sesuai atau ketebalan yang kurang maksimal, maka dirinya menuturkan akan disalin ulang. Namun, lembar asli yang digunakan peserta dan lembar salinan tetap dimasukkan ke dalam satu amplop.

“Jika terdapat kesalahan atau kekurangan data yang diisikan dalam LJUN akan diperbaiki dan untuk LJUN yang tidak terbaca akan di salin ulang dan hasil salinan dan yang asli dari siswa tetap di gabung. Serta LJUN yang sudah di pindai tetap akan disimpan di Unsri. Kemudian untuk komplain tetap akan dilayani selama 30 hari ke depan, namun melalui Dinas Pendidikan masing-masing,” tuturnya.

Sedangkan untuk mengantisipasi pemadaman listrik yang disinyalir dapat mengganggu jalannya pemindaian LJUN tersebut, pihaknya telah menyiapkan mesin genset dan juga UPS. /ris