UN Digelar, Puluhan Intel Disebar

Lubuklinggau, BP

Petugas intel disebar di setiap sekolah. Perjokian dan kebocoran soal UN menjadi target aparat.

Pemerintah dan aparat kepolisian tampaknya tak mau kecolongan dalam pelaksanaan Ujian Nasional (UN) tingkat SMA/SMK/MA yang digelar secara serentak di seluruh Indonesia mulai 16-19 April.

Salah satu langkah meminimalisir kebocoran soal UN, selain naskah dan lembar jawaban disimpan di ruang khusus, juga puluhan aparat kepolisian berpakaian preman disebar.

Kapolres Kota Lubuklinggau AKBP Chaidir kepada wartawan, Minggu (15/4), mengaku, menerjunkan 72 anggota untuk melakukan pengamanan UN di 36 sekolah tempat diselenggarakannya UN.
Dia mengatakan, sangat mewaspadai praktik perjokian UN, sehingga panitia pelaksana diminta
lebih teliti memeriksa kartu pengenal peserta.

Kadisdik Agusni Effendi, kemarin, menjamin pelaksanaan UN berlangsung jujur dan tanpa kecurangan. Bahkan, Disdik siap melaporkan pihak manapun yang berbuat curang selama UN.

“Sudah sejak 2010 saat Disdik dipimpin Hj Septiana Zuraida kami bertekat UN harus transparan dan jauh dari kecurangan. Di sini bukan masalah kuantitas kelulusan siswa yang kami utamakan, tapi kualitas kelulusan. Sebab, ini menyangkut masa depan siswa itu sendiri,” ujar Agusni Effendi.

Secara tegas dia pun membantah terkait adanya dugaan isu tentang beberapa kepala sekolah SMA negeri yang menyuruh siswanya membawa
handphone dalam ruang ujian.

“Itu benar-benar fitnah. Bahkan, kami sudah melakukan penandatangan fakta integritas kepada seluruh kepala sekolah untuk melaksanakan UN secara benar tanpa kecurangan,” tegasnya.

Sebagai bentuk antisipasi terjadinya kecurangan, Disdik sengaja mengumpulkan seluruh pengawas ujian supaya satu kata dan satu hati
mencegah kecurangan UN.

“Kami sengaja menempatkan soal UN di kantor Disdik, bukan di tempat ujian masing-masing sekolah. Dan soal tersebut baru bisa diambil kepala sekolah sekitar pukul 06.30 serta mendapat pengawalan ketat pihak kepolisian. Kalau masih terjadi kecurangan, maka kami orang pertama kali yang akan melaporkannya ke polisi,” tegasnya.

Langkah sama dilakukan Polres OKI. Kapolres OKI AKBP Agus Fatchulloh Sik melalui Kabag Ops Kompol Tuswan mengatakan, menerjunkan 60 personel di setiap sekolah yang dijadikan lokasi UN.

Sementara itu, Kadisdik Ogan Ilir H Baharoeddin Noer melalui Kasi Kurikulum Sekolah Menengah Disdik OI Marsudi menjamin soal UN tidak bocor lantaran dijaga ketat aparat kepolisian di setiap rayon.

Terpisah, Kasi Kurikulum Disdik OKUS Rohman mengatakan, pihaknya mendirikan posko UN. Tujuannya, selain menghindari kebocoran, juga untuk mendistribusikan soal UN ke sub rayon yang jaraknya cukup jauh.

            Kadisdik Kota Prabumulih HM Rasyid SAg mengingatkan, para siswa tidak mudah percaya dengan isu bocornya jawaban soal UN.  /kur/ros/hen/ady/nov