Sengketa Tapal Batas Memanas

 Kayuagung, BP

Sengketa tapal batas antara warga Kelurahan Kedaton, Kecamatan Kayuagung dan Kecamatan Pedamaran Timur, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), kian memanas.

Ini ditandai dengan aksi warga Kelurahan Kedaton, Kecamatan Kayuagung yang memasang patok secara permanen, Minggu (15/4), sekitar pukul 09.00.

Pemasangan patok dengan cor semen di kedua sisi jalan penghubung antara Kecamatan. Kayuagung dengan Kecamatan Pedamaran Timur di wilayah Sepucuk.

Sebetulnya, warga sudah memasang patok sekitar Desember 2010, namun  hingga  April 2012 permasalahan yang dihadapi warga Kedaton tak kunjung selesai.
Ismail Dali,  salah satu anggota Tim 20 yang juga tokoh masyarakat Kedaton menyatakan sejak  Desember 2010 lalu hingga saat ini apa yang mereka minta belum direalisasikan oleh pemerintah.
“Oleh karenanya saat ini kami berinisiatif memasang tapal batas dari cor semen permanen, dan ternyata spontanitas diikuti oleh warga Kedaton,” ujarnya
Sementara itu, Amri Kadir yang juga tokoh warga Kedaton menjelaskan, tidak adanya patok tapal batas, membuat warga Pedamaran Timur mengolah lahan mereka tanpa ada izin.
Amri dan Ismail sepakat, pihaknya memberi tenggat waktu hingga Rabu (18/4) kepada Pemkab OKI untuk menyelesaikan masalah ini.
Pantauan di lapangan, aksi pembangunan tapal batas tanpa dihadiri pihak dari Pemkab OKI maupun dari pihak Kecamatan Kayuagung. Aksi ini hanya mendapatkan pengawalan petugas Polres OKI.

Untuk diketahui, sekitar Desember 2010 warga pernah memasang patok sementara untuk mempertegas tapal batas Kelurahan Kedaton.

Pemasangan patok dilakukan sekitar 15 kilometer  dari permukiman ke arah Jalan Sepucuk Kayuagung-Pedamaran Timur.

Pemasangan tapal batas ini juga dipicu hadirnya perusahaan perkebunan, yaitu PT Gading Cempaka Graha, PT Intan atau Rambang serta PT Kelantan di kawasan tersebut.

Diduga, karena belum adanya kata sepakat dengan warga, perusahaan tersebut diduga menggarap lahan yang merupakan milik warga.

Wilayah Kedaton secara keseluruhan mencapai 19.700 hektar engan jumlah penduduk lebih dari 2.000 kepala keluarga (KK). Dari luas lahan tersebut, sebagian besar berada di daerah sepucuk.  /ros