Sengketa Tanah Berujung Penganiayaan

Palembang, BP

Sengketa tanah berujung penganiayaan pada Desember 2011 di Pasar 16 Ilir, persisnya di Jalan Kebumen, Kecamatan IT I sekitar pukul 16.00 menjerat M Ali (41). Tersangka sedang diperiksa di Sat Reskrim Polresta Palembang.

Ali diperiksa sebagai pelaku yang menghujamkan pisau ke tubuh Sutopo (60). Berawal tersangka M Ali warga Jalan Iswahyudi Lorong Praja Muka RT 18 RW 04 Kelurahan Sematang Borang, Kecamatan Sematang Borang yang merasa menjadi pemilik lahan seluas lima hektar (ha) di Jalan Iswahyudi Kelurahan Sekojo, Kecamatan IT I tidak terima dengan beberapa kali hasil persidangan yang awalnya dimenangkan olah tersangka namun pada sidang selanjutnya dimenangkan kembali oleh korban Sutopo.

Atas putusan itu tersangka tidak bisa menerima keputusan tersebut dan menyelesaikan dengan jalan kekerasan. “Saya kesal, karena perdata saya sudah memenangkan pada persidangan perdata. Namun kemudian tanpa saya ketahui, dia (Sutopo) telah menggugat lagi dan dimenangkannya. Maka saya mendatangi yang bersangkutan dengan gelap mata saya menusuknya dengan pisau,” aku tersangka yang mengaku mengaku PNS di Kelurahan Mariana, Kabupaten Banyuasin.

Dalam pemeriksaan penyidik, Satreskrim Mapolresta Palembang, tersangka yang sempat buron ini menuturkan, tanah tidak diketahui olehnya berapa luas itu wasiat dari almarhum (alm) Somad. “Tanah itu digelapkan Ur, namun dikuasakan oleh alm Somad pada saya tahun 2006 lalu. Sidang perkara tahun 2006, pertama kita memang namun yang kedua kalah. Jadi aku kesal langsung tusukan pisau ke korban, dan aku kabur ke Lampung,”katanya.

Sementara korban Sutopo menjelaskan, tidak ada firasat jika tersangka akan mendatangi dan telah merasa menang atas putusan pengadilan yang telah memenangkannya atas lahan seluas 5 ha tersebut. Namun tiba-tiba tersangka mendatangi kantornya, tanpa banyak bicara langsung menghujamkan pisau kepada korban.

“Seingat saya, harinya juga saya sudah tidak ingat persis tapi dia (tersangka) datang ke kantor dan langsung menusuk saya dengan pisau sebanyak empat kali 2 kali di pantat lalu di tangan kiri,”ucapnya.

Lanjutnya, tanah itu katanya tersangka dapat wasiat dari almarhum Somad, memang sempat menjalani persidangan perdata, namun korban mengkalim hakim memenangkan gugatannya. Jadi sepenuhnya merasa korban telah menjadi pemilik atas tanah tersebut.

Kapolresta Palembang Kombes Pol Sabaruddin Ginting melalui Kasat Reskrim Kompol Frido Situmorang membenarkan pihaknya telah mengamankan kasus penusukan dengan tersangka M Ali, akibat pertikaian masalah sengketa tanah. “baik tersangka dan pelaku sudah kita minta keterangan. Dalam waktu cepat kasusnya kita selesaikan,” ujar Frido. /ren