Perampok Vs Polisi Baku Tembak

Palembang, BP

Mobil yang digunakan tauke karet dan seorang anggota polisi diberondong tembakan oleh perampok. Pelaku kabur setelah dibalas dengan tembakan senjata laras panjang.

        Aksi perampok sadis kembali terjadi. Kali ini kawanan perampok baku tembak dengan polisi yang sedang mengawal tauke karet di Kecamatan Sungai Lilin, Musi Banyuasin, Minggu (15/4).

Meski tidak ada korban jiwa, Briptu Ramisa dan juragan karet Junaidi terluka terkena tembakan para perampok. Kedua korban aksi perampokan sadis ini kini harus dirawat di Rumah Sakit RK Charitas Palembang.

        Kapolres Banyuasin AKBP Agus Setiawan, saat ditemui di ruang Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit RK Charitas Palembang, kemarin, mengatakan, baku tembak antara anggotanya dengan dua orang perampok terjadi sekitar pukul 09.00.

        “Kejadiannya hari ini (Minggu (15/4)-red), saya tidak tahu persis kejadiannya. Pastinya, saat itu anggota Briptu Ramisa sedang mengawal Junaidi pengusaha karet yang tinggal di Banyuasin menggunakan kendaraan truk menuju Musi Banyuasin. Saat sedang berada di kawasan Jalan Lintas Timur, mereka dihadang kawanan perampok yang berjumlah dua orang menggunakan senjata api rakitan,” kata Agus.

        Saat terjadi baku tembak, Ramisa dan Junaidi terkena tembakan perampok. Namun, perampok tidak berhasil membawa  tas milik Junaidi yang berisi uang Rp700 juta karena keburu kabur.

        “Informasinya di dalam tas Junaidi ada uang sekitar Rp700 juta, tidak berhasil dibawa perampok, mereka kabur duluan ketakukan,” ujar Agus.

        Untuk memburu para pelaku, Polres Banyuasin langsung menjalin kerjasama penangkapan dengan Polres Musi Banyuasin dan Polda Sumatera Selatan.

        “Saya minta pelaku segera menyerahkan diri saja, karena jejak informasi pelarian sedikit banyak sudah diketahui tinggal penangkapan,” kata Kapolres.

        Hingga Minggu sore, Briptu Ramisa dan Junaidi yang tertembak pada bagian paha masih mendapatkan perawatan intensif dari tim medis Rumah Sakit RK Charitas Palembang.

          Sebelum dibawa ke RS RK Charitas, Briptu Ramisa sempat dirawat di RSUD Sungai Lilin. Menurut Ramisa, saat kejadian ia bersama Junaidi hendak melakukan transaksi jual-beli getah karet. Saat memasuki jalan menuju arah lokasi penampungan getah karet, mobil Daihatsu Hiline Taft putih BG C874 LQ, didekati seorang pria.

“Orang itu langsung mengeluarkan senjata api lelau menembak mobil kita dari arah depan. Kita berusaha mundur, tak tahunya datang lagi temannya dari arah belakang sebelah kiri mendekati mobil dan menembak juga,” ujar Briptu Ramisa.

Saat diberondong tembakan, Briptu Ramisa dan Junaidi tidak melakukan perlawanan. Mereka hanya menunduk di kursi mobil. Ketika kedua pelaku berhenti menembak dan mengisi lagi peluru, Ramisa turun dari mobil dan balas menembak. “Kami tembak pakai senjata laras panjang yang saya bawa. Mereka langsung melarikan diri setelah itu,” kata Ramisa.

Tak lama kemudian warga segera menolong Ramisa dan Junaidi.  Di tempat kejadian, tertinggal sepeda motor Yamaha Jupiter Z, BG 5822 AU milik pelaku.

Ramisa  mengalami luka tembak di punggung kiri dan kaki sebelah kiri. Sedangkan Junaidi, mengalami luka tembak di kedua pahanya. Keduanya kemudian dibawa ke Rumah Sakit Sungai Lilin sebelum dirujuk ke RS RK Charitas.

Hendro, seorang saksi  yang juga warga setempat, menuturkan, sebelum mobil datang, pelaku sudah menunggu di jembatan kecil dan bertingkah laku seperti orang biasa.  “Yang dari kiri itu, pelakunya sempat pura-pura kencing di samping mobil. Saat pelaku yang di depan menembak, yang dibelakang juga nembak ke mobil korban,” jelasnya.

Akibat berondongan peluru yang belakangan diketahui senjata jenis FN, mobil korban mengalami kerusakan di kaca bagian depan, dan belakang. Beberapa lubang bekas tembakan terlihat di kap mesin.

Sehari sebelumnya, aksi perampok bersenjata terjadi di wilayah Mesuji Raya, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI). Brigpol Pasehono (34), anggota Polsek Mesuji Raya, harus terbaring di Rumah Sakit RK Charitas setelah ditembak perampok.

Pasehono terkena tembakan di bagian dada hingga tebus punggung. Selain luka tembak, ia juga menderita luka tusuk di bagian pinggangnya.  Para pelaku perampokan kini dalam pemburuan anggota Unit Reskrim Polsek Mesuji dan Sat Reskrim Polres OKI hingga ke Lampung.

Kejadiannya berawal saat Pasehono melintas menggunakan sepeda motor di areal kebun sawit di Desa Kerta Mukti, Kecamatan Mesuji Raya,  Sabtu pagi. Saat itu tiba-tiba, ia  dihadang oleh dua perampok yang mengendarai sepeda motor Yamaha Vixon hitam. Kedua pelaku langsung menodongkan senpi dan sajam  lalu memaksa Pasehono agar menyerahkan sepeda motornya.

Bintara polisi ini sempat bergulat dengan pelaku. Peralawan Pasehono berhenti setelah ia ditembak. Para pelaku kemudian menggasak sepeda motor Honda Revo nopol L 351 NG dan HP nomor 08217621061065 milik Pasehono.

Maraknya aksi perampokan bersenjata dinilai akibat dari lemahnya pemberantasan produksi senjata api. Penilaian ini dilontarkan kriminolog Sri Sulastri. Menurut Sri, maraknya perampokan menggunakan senjata api sekarang ini merupakan dampak dari lemahnya pemberantasan produksi senjata api rakitan oleh polisi maupun pemerintah.

        “Kita hanya melakukan pemberatasan di hulu saja tidak menyentuh hilir. Dalam artian hanya memberantas pelaku yang menggunakan senjata api saja, sementara pabrik produksinya tidak diberantas. Tidak akan berhenti tindak kriminal kalau terus seperti ini. Sekarang ini sudah jelas pabrik produksi senjata api di Sumsel itu ada di Kabupaten OKI, cepat berantas lakukan pengembangan kasus biar tidak terus berulang,” tegas Sri.

        Sri mengimbau masyarakat agar jangan pernah membeli maupun menggunakan senjata api rakitan karena hukuman  terhadap penyimpan maupun pengguna senjata api adalah penjara di atas satu tahun. /git/arf