Oknum Polisi Diduga Keroyok Kades

 Muarabeliti, BP

Oknum anggota polisi diduga melakukan pengeroyokan terhadap kepala desa (Gasis). Atas kejadian itu,  korban mengalami cidera di wajahnya.

Belasan oknum anggota Brimob Petanang diduga melakukan pengeroyokan terhadap Rusli, Kepala Desa (Kades) Sukamana, Kecamatan Suku Tengah Lakitan (STL) Ulu Terawas, Kabupaten Musirawas, Sabtu malam (14/4). Akibat pengeroyokan itu, korban mengalami cedera di bagian wajah dan bibir pecah.

Peristiwa itu bermula ketika Rusli sekitar pukul 23.00, ingin membubarkan pesta malam yang digelar salah seorang warganya. Ketika itulah tanpa basa-basi tersangka diduga dikeroyok Yd dan kawan-kawanya, yang merupakan oknum anggota Brimob, anak dari Parno, warga yang menggelar hajatan tersebut.

Informasi yang dihimpun wartawan mengungkapkan, peristiwa dugaan pengeroyokan itu ketika Rusli naik keatas panggung hiburan orgen tunggal. Dia menyampaikan tidak memberikan izin hajatan pesta malam itu dan jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, bukan menjadi tanggung jawab pemerintah desa setempat.

Disaat itulah, tiba-tiba ia dipukul dan dikeroyok oleh belasan orang sehingga mengalami cedera pada bagian wajah dan bibirnya pecah. “Ada belasan orang yang mengeroyok, rambutnya cepak. Setelah kejadian itu, saya langsung lapor ke Polsek Terawas,” ujarnya saat wartawan.

Sebelumnya, Rusli mengaku sudah memeringatkan pihak keluarga yang menggelar hajatan tersebut, bahwa izin keramaian hanya sampai pukul 17.00 sore. Namun peringatan itu tak ditanggapi dan pihak yang menggelar hajatan tetap meneruskan pesta diiringi orgon tunggal hingga malam hari. Kades pun masih memberikan toleransi pagelaran orgen tunggalnya sampai pukul 22.00 malam saja.

Namun setelah lewat pukul yang ditentukan, hiburan itu masih saja dilanjutkan, maka Kades kembali mengingatkan, dan dijawab oleh pihak keluarga yang menggelar hajatan tunggu habis dua buah lagu lagi. Kembali Kades memberikan kelonggaran. Namun hingga habis dua lagu, tak ada tanda-tanda pesta akan berhenti, maka Kades naik keatas panggung hingga akhirnya terjadilah peristiwa pengeroyokan tersebut.

Kapolres Musirawas AKBP Rizal Syahman Radi melalui Kapolsek Terawas Iptu Mahyuddin kepada wartawan membenarkan telah menerima laporan dari Kades Sukamana, yang melaporkan telah dikeroyok.

“Laporannya sudah kita terima dan pelapor (Kades) sudah kita BAP, termasuk juga sudah divisum. Namun karena yang dilaporkan ini menyangkut anggota Brimob, maka sesuai perintah, laporan ini akan dilimpahkan ke Polres Musirawas besok (hari ini-red) katanya singkat.

Semetara itu, Kepala Badan Kesatuan Kebangsaan dan Perlindungan Masyarakat Pemkab Musirawas H Rudi Irawan kepada wartawan mengatakan, pihaknya telah mengunjungi desa setempat dan menghimbau kepada pihak pemerintah desa serta keluarga dan warga agar menahan diri dan tidak terpancing untuk melakukan tindakan anarkis dengan melakukan pembalasan. Menurutnya, sebaiknya persoalan tersebut diserahkan kepada penegak hukum untuk menindaklanjutinya.

“Mudah-mudahan imbauan kita bisa diterima oleh kades dan keluarganya. Karena kades ini merupakan keluarga besar, sedangkan salah seorang warga yang menggelar hajatan itu warga pendatang yang baru tinggal di desa setempat,” katanya.

Dikatakan, dalam beberapa tahun terakhir ini memang Pemkab Musirawas telah mengeluarkan edaran yang intinya tidak memerbolehkan pesta malam. Karena, ajang pesta malam dengan pagelaran orgen tunggal disinyalir sebagai ajang peredaran narkoba dan minuman keras. “Di Desa Sukamana sendiri dalam beberapa tahun terakhir sudah tidak pernah lagi digelar pesta malam. Baru kali ini saja dilakukan lagi, dan menimbulkan insiden tersebut,” katanya. /kur