Ngamen Ala Charlie di Pasar Inpres

 Menjadi pemusik beken lewat berbagai karya ciptaan, tentu menjadi daya tarik tersendiri bagi para penggemar. Bahkan si penggemar rela berdesak-desakan hanya untuk melihat sang idola.

Pengunjung dan pedagang di Pasar Inpres dan Pasar Satelit Lubuklinggau tampak berebutan dan berdesak-desakan  saat disambangi Charlie Van Houten, mantan vokalis band papan atas ST12, akhir pekan lalu. Ya, Charlie sengaja datang dari ibukota Jakarta hanya untuk menghibur para penggemarnya yang berada di Kota Lubuklinggau.

Para penggemar Charlie kagum karena artis idolanya peduli kepada sesama. Bahkan sang pujaan rela mengamen di pasar dengan tujuan menghibur dan membantu masyarakat yang kurang mampu. Tak heran kedatangan Charlie pun diserbu para penggemarnya.

Vokalis berkulit hitam manis dan berambut panjang ini sengaja mendatangi setiap sudut pertokoan di Pasar Inpres ditemani Wawako Lubuklinggau H SN Prana Putra Sohe untuk mengumpulkan sejumlah uang yang akan diserahkan kepada warga kurang mampu.

“Saudara-saudaraku sekalian, mau saya nyanyikan lagu apa?” tanya Charlie kepada para pedagang dan pembeli di Pasar Inpres. “Jangan Pernah Berubah,” teriak salah seorang pedagang.

Tanpa banyak bicara, dengan diiringi gitar kopong, Charlie pun menyanyikan salah satu lagu ciptaannya yang sempat menjadi hits di blantika musik Indonesia itu.

Penampilan Charlie sontak disambut tempuk tangan dan jerik histeris para penggemarnya di Bumi Sebiduk Semare. Tanpa dikomando, uang ratusan, ribuan dan puluhan ribu mengalir ke topi yang sengaja disediakan untuk mengumpulkan sumbangan.

Tidak mau mengecewakan penggemarnya, Charlie pun membawakan satu lagu lagi yang berjudul Puspa. Kendati siang itu terik matahari cukup panas, namun daya tarik seorang Charlie Van Houten seolah menghipnotis para penggemarnya yang terus  menguntit Charlie kemana pun dia pergi.

Hasil ngamen langsung diserahkan oleh H SN Prana Putra Sohe dan Charlie kepada Ernawati (44), janda beranak sembilan yang mengontrak di rumah nomor 49 RT 03, Kelurahan Pasar Satelit, Kecamatan Lubuklinggau Utara II.

“Alhamdulillah, saya senang dan tidak menyangka bakal didatangi langsung oleh H SN Prana Putra Sohe dan Charlie untuk memberikan sumbangan hasil ngamen,” ujar Ernawati.

Di sela-sela mengamen, Charlie tanpa malu-malu mengaku sangat suka dengan berbagai makanan khas Sumatera Selatan. Salah satunya, pindang patin dan tempoyak.

“Hampir semua makanan asal Sumatera Selatan sangat saya suka, terutama pindang patin, tempoyak dan ikan salai. Kalau diundang ke Sumatera, saya lebih suka menu seperti itu dari pada makanan hotel,” ujarnya.

Tanpa sungkan Charlie meminta manajernya mencarikannya ikan salai. “Sewaktu ngamen, saya lihat ada yang jual ikan salai, tolong cariin dong. Saya juga senang dapat bersilahturahmi dengan masyarakat Kota Lubuklinggau. Nggak masalah berdesak-desakan karena saya sudah terbiasa,” ujarnya.

Sedangkan Wawako Lubuklinggau H SN Prana Putra Sohe mengatakan, sengaja mengundang Charlie Van Houten ke Lubuklinggau untuk menjadi dewan juri kehormatan pada festival band yang dilaksanakan di Lapangan Kayu Ara. “Kita ingin pecinta musik dan seniman Kota Lubuklinggau terus maju dan berkembang. Kedatangan Charlie sebagai contoh perjuangan seorang pemusik yang sukses,” pungkasnya. /frans kurniawan