Hari Ini, 86.299 Siswa Ikuti Ujuan Nasional

Palembang, BP

Sebanyak 86.299 peserta dari 919 SMA/SMK/MA negeri dan swasta di Sumsel mengikuti ujian nasional (UN) 2012, mulai Senin (16/4) hingga Kamis (19/4).

Kepala Dinas Pendidikan Sumsel Ade Karyana, didampingi Ketua Panitia UN Sumsel Bonny Syafrian, mengungkapkan, dari 86.299, sebanyak 56.509 peserta SMA, 8.444  siswa tingkat MA, 33 peserta SMA Luar Biasa, dan 21.313 peserta SMK. Sedangkan  jumlah satuan pendidikan sebanyak 919 sekolah, meliputi 539 SMA, 191 MA, 6 SMALB, 53 SMK negeri, dan 130 SMK swasta.

“Sampai hari ini (kemarin-red) distribusi soal seluruh daerah berjalan lancar. Dilihat dari jumlah koli tidak ada yang kurang dan sepanjang proses pengiriman tetap dikawal oleh pengawas dari Unsri, Disdik, dan Kepolisian,” ujar Ade di sela acara penyerahan naskah soal UN 2012, kepada pihak Dinas Dikpora Palembang, Minggu (15/4).

Terkait dana pelaksanaan UN 2012, tingkat SMA sebesar Rp25.000 per siswa dan tingkat SMK sebesar Rp27.000 per siswa.

Sementara itu, Kepala Dinas Dikpora Palembang Riza Fahlevi optimis dan memastikan pelaksanaan UN di Palembang bebas dari kebocoran soal.

Kebocoran sulit terjadi karena naskah soal baru diterima pihaknya kemarin dan langsung dikawal ketat untuk disimpan di sub rayon sebelum dibagikan. “Kita jamin untuk Palembang nihil kebocoran. H-1 diterima dan langsung dikawal ke subrayon. Kita yakin tidak akan ada kebocoran. Diharapkan siswa percaya diri dalam menyelesaikan soal,” tegasnya.

Terkait kemungkinan kekurangan soal diakui Riza tidak bisa diketahui sebelum soal UN dibagikan lebih dulu ke peserta UN. “Kekurangan soal jangan menjadi halangan. Namanya manusia apa yang sudah disusun pasti ada kekurangan tapi yang penting soal kita bagikan dulu. Baru kelihatan kalau memang ada kekurangan dan soal itu baru akan diambil perwakilan subrayon pukul 06.00, setiap hari pelaksanaan untuk mata pelajar yang diujikan saja,” imbuhnya.

Pengamanan

Pemerintah Kota (Pemko) Palembang, Minggu (15/4) malam, memantau pra-UN di tiga tempat, yaitu SMA Negeri 1, MAN 3, dan SMK Negeri 2 Palembang.

Sekda Sumsel Drs H Husni Tamrin MM, mengatakan hasil pantauan, pengamanan semua terkendali. Kunjungan ini sekaligus memotivasi sekolah untuk melaksanakan UN jujur.

“Jika ada pelanggaran kita akan memberikan sanksi yang sangat berat berupa pidana dan sanksi kepegawaian jika ia PNS dan terancam akan diberhentikan. Kita memantau agar semua berjalan sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP),” tambahnya.

Drs Agus Budianto MM, Kepala Sekolah SMAN 1, mengatakan, pengamanan di SMAN 1 sangat berlapis. Soal UN disimpan dalam lemari besi di suatu ruangan yang dikunci gembok, kuncinya dipegang oleh Kepolisian. Tak hanya itu, di luar ruangan juga sudah dijaga empat orang polisi yang berjaga selama 24 jam secara bergantian.

Pemko Palembang juga akan tetap melakukan pantauan UN, Senin (16/4) pagi, namun tidak sampai mengganggu jalannya UN. /cr4/ris