Sulitnya Mencari Ikan di Sungai Ogan


Belakangan ini kondisi Sungai Ogan di Desa Sakatiga, Kecamatan Inderalaya, Kabupaten Ogan Ilir (OI), sangat kotor oleh tanaman liar dan sampah. Nelayan pun sulit mendapatkan ikan.

Sejak Sabtu (14/4) pagi, Zuki (45), warga Desa Sakatiga, Kampung 1, bersama beberapa temannya tampak sibuk menyiapkan sampan. Selama ini mereka memang biasa menangkap ikan di Sungai Ogan.

Aktivitas menangkap ikan ini paling tidak dilakukannya tiga kali dalam seminggu. Sisa waktunya dimanfaatkan untuk bekerja sebagai kuli bangunan atau sekadar bercocok tanam di belakang rumah.

Menurut Zuki, saat ini kondisi Sungai Ogan sudah tak bersahabat lagi dengan masyarakat sekitar sungai. Sungai dipenuhi oleh tumbuhan liar yang mengganggu kelancaran arus air. Padahal idealnya setiap tikungan aliran Sungai Ogan yang membelah Desa Arisan Gading dan Tanjung Agung harus dibersihkan supaya aliranya tidak tersendat dan mengalir deras seperti tahun-tahun sebelumnya.

Kurang terawatnya Sungai Ogan sudah dirasakan warga sejak 6 tahun terakhir ini. “Kalau dulu mencari ikan untuk lauk-pauk di sungai sangat gampang. Cukup memakai alat pancing atau jaring dalam hitungan menit sudah bisa dapat ikan. Sekarang sangat menyedihkan, terkadang hampir 12 jam jangankan dapat ikan sisiknya saja tak melekat di jaring,” keluhnya.

Zuki menuturkan, saat dirinya masih kecil dalam waktu satu jam saja dirinya bisa mendapatkan beragam jenis ikan, mulai dari ikan gabus, betok, lele, dan hingga 5 kilogram. Kini terkadang untuk mendapatkan 1 ekor ikan gabus saja dibutuhkan waktu hingga 4 jam. “Mungkin karena sungai sudah kotor dan banyak enceng gondok atau rumput liar dan sampah, jadi ikannya pergi. Dulu kalau dapat banyak bisa saya jual, sekarang buat lauk makan saja susah,” ujarnya.

 

Azam, warga Desa Tanjung Pering, Kecamatan Inderalaya Utara,mengatakan hal yang sama. Menurutnya, sejak sungai Desa Arisan Gading alirannya tersendat, mencari ikan di sungai sering tidak mendapatkan hasil.

”Jangankan untuk dijual, mencari ikan untuk kebutuhan makan sehari-hari saja sangat susah. Terkadang kita berpikir Sungai Ogan tak mau bersahabat lagi dengan para nelayan, dan kami berharap Pemkab atau Dinas terkait, untuk dapat melakukan pembersihan ataupun pengerukan sungai. Perlu dihidupkan kembali semangat gotong-royong masyarakat untuk membersihkan sungai,” harapnya.

Terpisah Kadis PUCK Pemkab OI H Herman Thalib melalui Kabid Asmiran, mengatakan, pihaknya akan melakukan pengecekan di daerah sungai yang mengalami pendangkalan seperti Sungai Pemulutan, Sungai Ogan, dan Sungai Rambang. “Sungai-sungai ini sebagian besar memang perlu dilakukan pembersihan karena ada yang dangkal dan banyak tanaman enceng gondok atau rumput liar. Nanti kita cek dulu, soalnya membutuhkan dana yang tidak sedikit,” ujarnya. /henny primasari