Sriwijaya FC Tunggu Putusan FIFA

Palembang, BP

Manajemen PT Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM) selaku pengelola Sriwijaya FC, tetap menolak mengirimkan pemainnya selama belum ada putusan resmi dari FIFA, 15 Juni mendatang.

“Kami tidak akan merespon surat dari PSSI Djohar yang meminta izin peminjaman pemain, karena saat ini belum ada proses rekonsiliasi dengan PSSI versi KLB,” tegas Presiden SFC, Dodi Reza Alex Noerdin, di Hotel Swarna Dwipa, Sabtu (14/4).

Tiga pemain SFC Ferry Rotinsulu, Firman Utina, dan M Ridwan dipinjam untuk menjalani seleksi timnas senior yang akan berlaga di Palestina. Sementara pemain muda Septia Hadi akan menjalani seleksi untuk persiapan SEA Games 2013, di Myanmar.

Menurut Dodi, pemain terbaik SFC yang layak bermain di timnas hanya boleh untuk memperkuat timnas PSSI pimpinan La Nyalla Mahmud Mattalitti yang dibentuk oleh Komite Penyelamat Sepakbola Indonesia (KPSI). Pasalnya, PSSI pimpinan La Nyalla adalah yang menaungi kompetisi Indonesia Super League (ISL).

“Kami sendiri harus tetap berkomitmen dan konsisten terhadap amanah yang sudah kami berikan kepada PSSI yang dibentuk lewat Kongres Luar Biasa,” ujarnya.

Selain itu, PSSI pimpinan Djohar tidak pernah melindungi SFC dan bahkan selalu memojokkan. Terbukti, PSSI terlibat dalam proses deportasi Keith Kayamba Gumbs.

“PSSI KLB dari awal memperjuangkan ISL dan otomatis kami ikut ke sana. Selain itu, PSSI Djohar harus memiliki konsep yang jelas soal pemain timnas dan jangan asal panggil,” cetusnya.

Meski begitu, Dodi tetap membuka pintu dan memberikan izin Ferry Rotinsulu dan kawan kawan memperkuat PSSI Djohar. Syaratnya, menunggu putusan FIFA soal status PSSI yang sah. Apakah PSSI Djohar atau PSSI pimpinan La Nyalla.

“FIFA akan memberikan putusan tanggal 15 Juni nanti. Kita tunggu saja PSSI mana yang legal. Jika FIFA memutuskan PSSI Djohar maka kami akan ikut ke sana dan mengizinkan pemain membela timnas, karena aneh ada dua timnas dalam satu negara. Tapi, jika keputusan sebaliknya maka kami akan ikut PSSI La Nyalla,” pungkasnya.

Sementara itu pelatih Sriwijaya FC, Kas Hartadi keberatan jika para pemainnya dipanggil PSSI untuk membela Timnas Indonesia saat kompetisi ISL berlangsung.

“Saya rasa belum bisa jika saat ini pemain diminta memperkuat timnas, karena jadwal kompetisi saja sangat padat.

Saat ini setiap klub sedang berjuang untuk meraih hasil maksimal pada akhir kompetisi. Jika ada pemain yang diambil Timnas tentu akan sangat berpengaruh, apalagi jadwal kompetisi sangat padat,” tambah Kas seraya mengatakan bahwa timnya harus menjalani 17 laga dalam waktu 2,5 bulan.

Namun, jika pemanggilan timnas dilakukan setelah kompetisi berakhir maka dirinya tidak akan merisaukan pemanggilan tersebut. “Hingga kini saya belum tahu jadwal tim nasional, mengenai kejuaraan apa yang akan diikuti. Saya hanya mengetahui bahwa pemain ISL sudah diizinkan PSSI memperkuat Timnas,” pungkasnya. /fer