Rivky Amankan Tahta SFC

Sidoarjo, BP

Kiper pengganti Rifky Mokodompit membayar kepercayaan sang pelatih. Keberhasilannya menggagalkan tendangan penalty lawan membuat SFC tetap duduk di tahta ISL.

Sriwijaya FC tidak tampil layaknya sebagai jawara paruh musim Indonesia Super League (ISL). Berhadapan dengan penghuni zona degradasi Deltras Sidoardjo, Laskar Wong Kito  hanya menang tipis 1-0, Jumat (13/4). Mirisnya, kemenangan SFC ini berhasil dipertahankan setelah penjaga gawang SFC Rivky Mokodompit memblok tendangan penalty pemain Deltras.

Keberhasilan Rivky otomatis membuat SFC tetap berada di tahta klasemen sementara ISL. Kini kuad Laskar Wong Kito mengumpulkan poin 39 dari 18 pertandingan yang dijalani. Koleksi nilai Sriwijaya sama dengan Persipura Jayapura yang telah tampil di 19 laga, namun kalah selisih gol. Sebelumnya, Persipura berhasil mengalahkan Persela Lamongan dengan skor 2-1.

Sementara itu, kekalahan Deltras membuatnya semakin terbenam di zona merah. Tim asuhan Peter Jorg itu masih menduduki peringkat 17, hanya unggul satu poin dari juru kunci Arema Indonesia.

Keberhasilan SFC meraih poin penuh mendapat apresiasi dari sang pelatih Kas Hartadi. “Pujian layak diberikan kepada seluruh pemain. Mereka menunjukkan rasa bangga, sikap dan komitmen di pertandingan ini. Saya rasa mereka tampil luar biasa,” kilah Kas Hartadi usai pertandingan.

Meski sempat kesulitan mengembangkan permainan di babak pertama, anak asuhnya mampu mengubah ritme di babak kedua. Terbukti, permainan menjadi lebih baik dan SFC memiliki beberapa peluang mencetak gol.

“Para pemain bermain sangat bagus. Kami ke sini untuk menang, meskipun sulit. Tetapi kami termotivasi dan ingin menang karena ingin bertahan di puncak klasemen. Saya ucapkan selamat kepada Jamie Coyne yang bermain luar biasa. Begitu juga dengan Rivky Mokodompit yang mampu menggagalkan penalti Fakhruddin. Kami semua harus kembali fokus di pertandingan selanjutnya, “ pungkasnya.
Sementara itu, pelatih Deltras Sidoarjo, Jorg Peter Steinebrunner menegaskan, kekalahan tipis 0-1 dari Sriwijaya FC hanya karena masalah keberuntungan.

“Tim sudah bermain dengan performa bagus. Mereka cukup bisa mengimbangi tim papan atas sekelas Sriwijaya. Tapi, dalam sepak bola, kita butuh keberuntungan dan itu tidak datang pada kami hari ini,” ungkap Jorg.

Dalam keadaan tertinggal, Deltras sempat mendapatkan peluang untuk menyamakan kedudukan ketika mereka mendapatkan hadiah penalti. Namun gagal dimanfaatkan dengan baik oleh Mochamad Fakhrudin. Arah bola tendangannya masih bisa dibaca dengan baik oleh kiper pengganti Rivky Mokodompit.

“Kalau memang bukan harinya ya mau bagaimana lagi. Pemain sekaliber Messi atau Ronaldo kalau memang bukan harinya ya tetap saja sial,” tandasnya sedikit membela Fakhruddin.
Rifki Penyelamat.

Pada pertandingan kemarin, Deltras dan Sriwijaya FC menerapkan permainan terbuka, tapi tak terlalu banyak peluang yang dapat diciptakan kedua tim di awal laga. Kendati demikian, Sriwijaya FC sempat sesekali mengancam pertahanan Deltras.

Tuan rumah baru bisa mendapatkan peluang pada menit ke-27. Namun tendangan Sean Rooney terlalu lemah, sehingga dengan mudah diamankan kiper Ferry Rotinsulu. Skor imbang tanpa gol bertahan hingga babak pertama usai.

Irama permainan Deltras dan Sriwijaya FC tidak mengalami perubahan terlalu banyak di babak kedua. Kedua tim tetap mengalami kesulitan untuk menembus sektor pertahanan masing-masing lawan.

Sriwijaya FC nyaris unggul lebih dulu dari tuan rumah pada menit ke-55. Bintang Sriwijaya FC Keith Kayamba Gumbs melepaskan tendangan keras, tapi hanya menerpa tiang gawang Wahyudi.

Deltras mencoba membalas lewat pemain anyarnya Strecko Mitrovic. Namun, pemain yang baru diboyong dari PSM Makassar itu masih belum bisa mencetak gol pertamanya di ISL, karena masih tertahan oleh pemain belakang SFC.

Tuan rumah tetap dengan skema permainan rapat dengan operan-operan pendek. Tetapi, turunnya stamina para punggawa ‘The Lobster’ membuat performa tim tidak berkembang dengan maksimal.

Sepuluh menit jelang waktu normal usai, SFC terus meningkatkan serangan dan menekan Deltras. Peluang emas tercipta pada menit ke-82, namun tandukan Rizki Novriansyah masih melebar dari gawang.

Tiga menit kemudian, akhirnya SFC memecah kebuntuan. Berawal dari sepak pojok, Hilton Moreira berusaha menanduk bola, namun berhasil diblok pemain belakang Deltras.

Bola rebound langsung disambar kembali oleh Hilton, setelah mengenai kaki lawan bola memantul melewati Wahyudi yang tidak bisa menyelamatkan gawangnya. Bola berusaha dibuang, namun sudah melewati garis lebih dulu, SFC pun unggul 1-0.

Drama pun terjadi di ujung babak kedua. Menit ke-88 Deltras memiliki peluang emas untuk menyamakan kedudukan. M Fakhrudin yang mencoba menendang bola liar dijatuhkan Mahyadi Pangabean di kotak terlarang. Tanpa ragu wasit menunjuk titik putih.

Namun, peluang emas itu harus melayang setelah kiper cadangan, Rivki Mokodompit, berhasil menghalau tendangan 12 pas tersebut. Dengan sempurna kiper yang menggantikan Ferry Rotinsulu pada awal babak kedua itu membaca tendangan Fakhrudin. Skor 1-0 untuk keunggulan SFC atas Deltras pun akhirnya bertahan sampai peluit panjang. /fer/ton