Masalah Daya Gedor

Palembang, BP

Kehilangan pemain hebat seperti Kayamba, jelas musibah besar bagi SFC. Apalagi, kualitas pemain pelapis tak sebanding dengan sang maestro.

Periode krusial tanpa Keith Kayamba Gumbs akan dimulai Sriwijaya FC. Skorsing satu laga akibat akumulasi kartu kuning akan dimulai saat menantang Persisam, di Stadion Segiri Samarinda, Rabu (14/4). Apalagi, Elang Borneo bukan tim ‘kacangan’ yang bisa menggagalkan ambisi meraup poin absolut.

Jelas pertandingan yang sulit. Selain karena Kayamba merupakan sosok kunci Laskar Wong Kito di lini depan, Sriwijaya juga butuh kemenangan untuk terus bertahan di puncak klasemen.

Kehilangan pemain kelahiran Stt Kitts & Nevis ini, jelas kerugian besar bagi Sriwijaya. Sebab, Kayamba adalah motivator tim saat berada di lapangan hijau. Tak hanya itu, Kayamba adalah mesin golnya SFC. Terbukti, dia mampu memimpin daftar top skor Indonesia Super League (ISL) dengan koleksi 15 gol.

Selain Piawai mencetak gol, Kayamba termasuk pemain yang mampu membuka ruang dan memiliki akselerasi yang sangat baik. Terkadang, Kayamba mampu mengobrak-abrik lini pertahanan lawan sekaligus menjadi penentu kemenangan SFC.

“Saat seorang pemain penting seperti Kayamba tak bisa bermain, kami harus berusaha lebih keras lagi. (Namun) sekali lagi, kami tidak begantung dengan Kayamba dan siap memainkan sepakbola hebat. Terbukti, kami pernah meraih poin meski tanpa kehadiran Kayamba,” terang pelatih SFC Kas Hartadi, Sabtu (14/4).

Meski begitu, kehilangan Kayamba jelas akan mempengaruhi daya gedor Sriwijaya yang sejauh ini paling produkti dalam urusan mencetak gol. Hingga matchday ke 18 SFC mampu memasukkan 40 gol, jauh di atas pesaingnya Persipura yang baru mengemas 34 gol.

Sayangnya, produktifitas itu sangat tergantung dengan ketajaman Kayamba dan Hilton Moreira yang mencetak 12 gol. Tanpa Kayamba, tim double winners 2007 tinggal menyisahkan Riski Novriansyah di lini depan. Tapi, performa Riski tidak bias diharapkan karena hingga saat ini tak kunjung mencetak gol.

“Kayamba memang pemain yang fundamental dan sangat penting bagi kami. Meski begitu, saya harus mencari solusi terbaik. Jika lini depan mandul saya akan memaksimalkan kinerja barisan gelandang dan sector sayap,” jelas Kas.

Playmaker SFC, Firman Utina menilai timnya harus tetap kuat meski tak diperkuat sosok Kayambai. Menurutnya, mereka harus terus bekerja keras dan menunjukan permainan terbaik kendati tanpa sentuhan magis pemain berusia 39 tahun itu di lapangan.

“Tanpa Kayamba kami tetap akan memainkan sepakbola menyerang. Kami percaya dengan kualitas pemain pelapis dan pemain muda yang kami miliki. Apalagi, kami butuh poin penuh untuk terus menjauh dari Persipura,” bebernya.

Terpisah, Kayamba tetap yakin timnya bisa meraih kemenangan tanpa dirinya. Menurut dia, seakbola adalah sebuah kesatuan bukan permainan individu. Jika SFC ingin menang, mereka harus memaksimalkan kualitas seluruh pemain yang ada.

“Anda memang ingin pemain terbaik Anda bisa tampil dalam setiap laga. Tapi, saya yakin pemain pengganti juga bisa bermain gemilang dan menggantikan posisi saya,” timpal Kayamba via Blackberry Messenger . /fer