Terlibat hukum Masih Bisa Ikut UN

Palembang, BP

Siswa yang sedang berurusan dengan pihak berwajib (kepolisian) dan ditahan masih bisa mengikuti ujian, asal melaporkan sebelum ujian dilaksanakan.

Bagi pelajar yang sudah tercatat sebagai peserta Ujian Nasional (UN) 2012, namun tengah tersandung masalah hukum dan berurusan dengan pihak yang berwajib masih bisa mengikuti ujian. Karena mengikuti ujian dalam proses belajar hak setiap warga negara.

Kepala Dinas Dikpora Palembang Riza Fahlevi melalui Koordinator Pelaksana UN 2012 Kota Palembang Nursyamsu Alamsyah mengatakan, sesuai dengan petunjuk operasional standar pelaksanaan UN, para pelajar hanya diberikan dua pilihan, yakni mengikuti ujian utama atau susulan.

Namun, jika siswa peserta UN sedang berurusan dengan pihak berwajib (kepolisian) dan ditahan, masih bisa mengikuti ujian, asal melaporkan sebelum ujian dilaksanakan.

“Untuk para peserta yang sakit atau mengalami kecelakaan jika memang dirasa dan diyakini mereka mempunyai kendala, akan tetap dilayani dengan UN susulan dan untuk yang tersandung masalah hukum, mereka juga punya hak untuk ikut UN. Namun pihak orangtua harus membuat pernyataan kalau anaknya sedang diproses di tempat tertantu (penjara). Kemudian dengan keterangan pihak itu mengusulkan ke sekolah atau panitia pelaksana,” katanya.

Menurutnya, semua itu dilakukan karena sudah menjadi hak setiap siswa untuk mengikuti pelaksanaan ujian nasional yang menjadi bagian dalam proses belajar. Sehingga pelajar yang sedang berada di dalam penjara, berhak untuk mendapatkan kesempatan untuk mengikuti UN. Pemberlakukan peraturan itu karena mereka juga sedang mengalami musibah.

“Bila tidak para siswa ataupun siswi yang sedang menjalani masa hukuman atau masa tahanan, juga bisa mengikuti UN dengan Paket C. Mereka yang sakit atau berurusan dengan pihak berwajib pada dasarnya tidak ingin melakukannya, maka kami juga tidak ingin membuat mereka merasa sudah jatuh tertimpa tangga. Melalui pelayanan dengan baik,” imbuhnya.

Kendati demikian sampai dengan saat ini belum ada pihak yang melapor kepada Dinas Dikpora Palembang, terkait masalah hukum yang tengah dijalani para peserta yang seharusnya mengikuti ujian nasional tahun ini. “Sampai saat ini belum ada laporan mengenai siswa yang di penjara untuk mengikuti UN, tapi saya dengar ada salah satu siswa SMK swasta di kawasan Kertapati yang tersandung hukum tapi belum pasti,” pungkasnya.

Mengenai mekanisme pelaksanaannya, dirinya menambahkan guru akan mendatangi langsung ke tempat siswa tersebut di tahanan, agar dapat mengikuti ujian, namun semua itu tetap dalam pengawasan. /ris