Terdakwa Video Mesum Dituntut 6 Tahun Penjara

Lahat, BP

Pelaku video mesum anak di bawah umur di Kecamatan Kikim Barat, Kabupaten Lahat, dituntut Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Lahat Apriyanti SH, masing-masing enam tahun penjara.

Ketiganya, yakni No (16), Al (14), dan Ml (14). Mereka melanggar pasal 81 dan 82 Undang-undang nomor 23/2002 tentang perlindungan anak.

“Tiga terdakwa didenda berbeda-beda sesuai dengan perannya masing-masing,” kata Apriyanti, usai membacakan tuntutan di depan majelis hakim Pengadilan Negeri Lahat, diketuai Raja Mahmud SH, dengan anggota Dyah Retno W SH, dan Kristo EN Sitorus SH,  Kamis (12/4).

Terdakwa No, dituntut enam tahun penjara, denda Rp200 juta subsidair enam bulan kurungan. Terdakwa Al dituntut enam tahun penjara, denda Rp60 juta subsidair tiga bulan kurungan, dan Ml dituntut enam tahun penjara, denda Rp60 juta subsidair tiga bulan kurungan.

Perbedaan denda ini dilakukan dengan pertimbangan peran dalam video mesum tersebut. Usai mendengarkan tuntutan JPU, ketiga terdakwa yang dilakukan penuntutan secara terpisah, menyatakan akan mengajukan pledoi. Dijadwalkan pembacaan pledoi akan dilakukan Selasa (17/4).

Sebelumnya kasus video mesum ini menyeret lima pelaku, Ca (19) berperan sebagai aktor lelaki, masih menjalani proses persidangan di PN Lahat. Sedangkan tersangka Ri (19), juga aktor berstatus buron.  Lima remaja ini merupakan warga Desa Jajaran Baru, Kecamatan Kikim Barat.

Sedangkan korban sendiri, sebut saja namanya Mawar (13), warga Desa Saung Naga, Kecamatan Kikim Barat. Video yang direkam di salah satu perkebunan kelapa sawit wilayah Desa Sidomakmur, Kikim Barat, tersangka No berperan sebagai kameramen dan Al melakukan pencabulan terhadap Mawar yang ditangkap lebih dulu oleh anggota Polsek Kikim Barat.

Sedangkan Ca yang melakukan hubungan badan dengan Mawar, dan Ml ikut melakukan pencabulan menyerahkan diri ke penyidik. Sementara Ri, ikut menggilir Mawar bersama Ca, pasca beredarnya video langsung melarikan diri.

Kasus video porno ini mencuat sekitar pertengahan Februari lalu, saat orang tua Mawar melaporkan video tersebut ke Polsek Kikim Barat. Setelah ditelusuri ternyata, video yang direkam menggunakan handphone milik tersangka Ca dan telah menyebar dari handphone ke handphone masyarakat. /tom