Penembak Kepala Gadis Dilumpuhkan

Palembang, BP

Tersangka Maikel Jakcson alias Micko (26), warga Jalan Irigasi, Lorong Pribadi II, Kecamatan Ilir Barat (IB) I ditangkap Satuan Intelkam Polresta Palembang. Dia dilumpuhkan dengan timah panas di paha kiri ketika hendak melarikan diri di Jalan Pangkalan Balai, Kecamatan Banyuasin, Kamis (12/4) pukul 23.30.

Penangkapan tersebut terkait keterlibatan tersangka terhadap tewasnya Siti Fauziah (35) yang mengalami luka tembak di kening hingga peluru masuk ke tengkorak kepala. Korban mengembuskan napas terakhir setelah sempat dirawat kurang lebih 10 jam di Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Mohammad Hosein (RSMH).

Menurut tersangka Micko, sekitar pukul 03.00 saat kejadian, Senin (12/3), dirinya didatangi Sab (masih buron) yang menanyakan utang korban dan ekstasi yang dibeli adalah oplosan. Tersangka yang menjadi penanggungjawab kemudian mendatangi rumah kontrakan korban sendirian menggunakan sepeda motor MIO di Jalan Wirajaya II RT 03 RW 02 Kelurahan Siring Agung, Pakjo.

Lantaran korban yang tak kunjung keluar saat tersangka datang, tersangka memutuskan pulang ke rumahnya dan mengatakan kepada Sab jika dirinya tidak bertemu korban. Tidak puas, Sab kemudian minta diantarkan ke kontrakan korban dan tersangka pulang. Saat sampai di rumah, dua orang saudara Sab datang dan mencari Sab, kemudian tersangka kembali lagi ke kontrakan korban bersama dua saudara Sab menggunakan mobil.

Ketika sampai, Sab sudah bersama korban di dalam rumah. Beberapa menit kemudian Sab mengeluh sering ditipu korban dan meminta uangnya dikembalikan. Sab kemudian memberikan senpi rakitan kepada tesangka. Sebelum menembak, korban meminta tersangka jangan main-main dengan senpi, takut nanti kelepasan.

Korban kemudian memberikan alternatif untuk meminta uang dengan tetangga di depan rumahnya. Tersangka kemudian mengetuk rumah tetangga korban namun yang dicari tidak ada. Merasa tertipu korban kembali lagi dan Sab mengatakan jika masih anggap berdulur tembaklah korban.

“Saya disuruh Sab, Pak! Saat saya tembak, korban duduk di lantai dan Sab di sebelah saya. Kurang lebih jarak senpi saya dengan korban satu meter. Saya tega menembak korban karena saya sudah banyak utangbudi dengan Sab,” kelit tersangka yang berdalih di suruh Sab.

Tak ayal, korban terkapar bersimbah darah sambil memeggangi kepalanya, sementara tersangka dan Sab kabur secara terpisah dan bertemu kembali di kawasan Maskarebet. Panik, tersangka kemudian melarikan diri ke kawasan Betung Desa Philip V, Banyuasin.

“Saya bersembunyi di rumah mertua saya, saya nyadap karet di lokasi selama kuran lebih satu bulan. Saya tidak tahu lagi Sab ada dimana, usai kejadian kita tidak berkomunikasi lagi,” terang tersangka bertubuh gempal ini.

Kapolresta Palembang Kombes Pol Sabruddin Ginting, SIk melalui Kasat Intelkam Kompol Suyanto, SIk membenarkan penangkapan tersangka. Motif tersangka membunuh pasal hutang piutang dan masih dalam perkembangan pemeriksaan lebih lanjut. /ren