Harga BBM Eceran Tetap Tinggi

Muaradua, BP

Meski pemerintah pusat telah membatalkan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) pada awal 1 April lalu.

Namun pantauan di lapangan harga BBM eceran di Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan (OKUS) masih relatif tinggi hingga mencapai Rp7.000/liter dari harga eceran sebelumnya Rp6.000/liter.

Rudi (57), salah satu pengecer BBM jenis premium di Muaradua, beberapa hari lalu, mengatakan, belum turunnya harga BBM disebabkan mereka membeli BBM dari pihak kedua seharga Rp5.300-Rp6.000/liter.

Selain itu, melambungnya harga BBM eceran disebabkan naiknya beberapa bahan kebutuhan pokok.

“Mau bagaimana lagi karena sekarang barang-barang banyak yang sudah naik dan tidak mungkin harganya turun, untuk menutupi itu kami tetap jual BBM eceran seharga Rp7.000/liter,” ucap dia enteng.

Dia juga masih menunggu kesepakatan dari paguyuban pengecer minyak Muradua untuk menentukan harga di tingkat pengecer.

Dia beralasan, sebelum adanya rencana kenaikan BBM harga yang disepakati seluruh pengecer di Muaradua Rp6.000/liter. Begitu juga ketika merebak berita kenaikan pihaknya menyepakati harga eceran menjadi Rp7.000/liter

“Kami juga masih menunggu, mau turun harga atau tidak, walau kami merasa rugi kalau harga ini turun sebab kami beli dulu harganya juga tinggi,” terangnya.

Selain belum turunnya harga BBM di tingkat pengecer, pengelola stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Muaradua tetap memberlakukan pembatasan BBM bagi kendaraan bermotor dan para pengecer yang membeli BBM menggunakan jeriken.

Pembatasan ini  sesuai dengan ketentuan yang diberlakukan Pemerintah Kabupaten OKUS nomor 500/10/IV/2012 yang ditanda tangani Sekda Syahril Tambah.

“Ketentuannya jelas untuk maksimal motor Rp10 ribu, mobil Rp100 ribu dan Rp180 ribu untuk pengecer, kita tetap berlakukan ini juga biar masyarakat yang lain terbagi apalagi di OKUS ini hanya ada tiga SPBU,” terang Ari, salah satu petugas SPBU 24.322.146.

Terpisah, Bupati OKUS H Muhtadin Sera’i mengimbau para pengecer bias mengontrol harga jangan sampai membebani masyarakat.

“Kita berharap agar harga BBM di tingkat pengecer ini bisa normal, jangan terlalu tinggi, begitu juga untuk harga kebutuhan pokok lainnya biar instansi terkait melakukan pengawasan di tingkat pedagang,” harap Muhtadin. /ady