Ditipu, 13 Jamaah Gagal Umroh

Palembang, BP

Sedikitnya 13 jamaah gagal berangkat umroh karena ditipu oleh sebuah biro perjalanan. Mereka sempat diberangkatkan ke Jakarta namun dipulangkan ke Palembang.

Setelah menunggu kurang lebih satu bulan dari tanggal keberangkatan yang dijanjikan oleh pihak biro perjalanan Umroh Napas Daarut Ta’awun Center yang berlokasi Jalan Trikora, Kecamatan Ilir Barat (IB) I, 13 calon jamaah umroh menempuh jalur hukum, lantaran tidak ada kepastian keberangkatan.

Dijelaskan salah satu korban M Sidik (68), saat melapor ke Mapolresta Palembang, Kamis (12/4), awalnya satu regu keberangkatan ada 25 jamaah yang berangkat pada Maret 2012 dengan biaya Rp13,5 juta per jamaah. Pada keberangkatan pertama delapan  jamaah telah diberangkatkan dan yang kedua empat jamaah. Sementara 13 jamaah lagi hanya sampai di Jakarta dan belum diberangkatkan ke Mekkah dengan alasan tidak ada tiket.

“Kita belum sampai ke tempat tujuan, kita baru sampai di Jakarta dan terlantar di bandara.  Memang hotel dan tiket ke Jakarta dibayari, namun kita dipulangkan lagi ke Palembang dengan alasan tidak ada tiket ke Mekah. Katanya petugas tiket sudah kabur,” terang Sidik.

Saat pulang ke Palembang jamaah itu membuat surat perjanjian dengan tiga opsi, yaitu diberangkatkan umroh, uang dikembalikan atau menempuh jalur hukum. Namun, setelah sampai pada tanggal yang disepakati yaitu Selasa (10/4), pelaku kemudian tidak memberikan keterangan yang pasti.

“Kalau memang satu bulan lagi atau dua bulan lagi kita akan tunggu, namun sampai sekarang tidak ada kepastian. Katanya uangnya akan di cari dulu, menjual tanah dan lain sebagainya,” kata korban yang mengaku akan umroh bersama tiga orang keluarganya.

Sementara korban lainnya, Soleh (66), warga Jalan Lematang Raya mengatakan, dirinya sudah menyetor sejak Jumat (7/10) 2011 lalu sebanyak Rp13,5 juta dengan barang bukti kwitansi pembayaran dan juga surat perjanjian, namun sampai sekarang belum ada kejelasan.

Sementara itu, saat didatangi ke Biro Perjalanan Umroh dan Haji Plus Daarut Ta’awun kemarin sore harinya, kantor tersebut sudah tutup. “Memang sudah tutup, tadi mati lampu kemungkinan cepat pulang lantaran mati lampu. Yang kita tahu selain sebagai biro perjalanan umroh di ruko tersebut menyediakan tiket termurah dan melayani pemesanan tiket pesawat,” kata salah satu warga sekitar yang tidak ingin disebutkan namanya.

Ditambahkanya, biasanya ruko tersebut buka pada pagi hari dan tutup sore harinya. Ada sekitar lima karyawan yang ada di dalam ruko itu. “Kalau pemiliknya kita tidak tahu siapa namanya, tapi pagi tadi kita lihat tetap buka,” katanya.

Dari informasi yang di himpun BeritaPagi nomor telpon kantor biro tersebut ketika dihubungi beberapa kali tidak di angkat, sementara diketahui dari kwitansi pembayaran jamaah tertera tanda tangan, YD, selaku pimpinan biro.

Kapolresta Palembang Kombes Pol Sabaruddin Ginting melalui Kasat Reskrim Kompol Frido Situmorang membenarkan adanya laporan korban. Pengaduannya masih dalam proses penyelidikan petugas. /ren