Warung Remang Ajang Transaksi Narkoba

Sekayu, BP

Warung remang yang terus disorot masyarakat karena diduga digunakan ajang maksiat  terbukti kebenarannya dengan penangkapan dua orang bertransaksi ekstasi. Satu wanita  dan satu pria ini ditangkap Satuan Narkoba Polres Muba  pimpinan Iptu Bakri di sebuah warung remang  Kafe Abbas di Jalur Lintas Timur (Jalintim) Sri Gunung Kecamatan Sungai Lilin, Muba, Selasa (10/4) sekitar pukul 22.00.

Lelaki bernama Marwi Usman Effendi (27), warga Desa Sri Gunung Kecamatan Sungai Lilin dan Rosmala (46), warga Srigunung dibekuk petugas  melalui aksi penyamaran polisi yang berpura-pura  membeli narkoba di kafe tersebut. Kepada  Rosmala yang merupakan istri pemilik kafe Abbas,  polisi berhasil memancing kepemilikan dan ketersediaan barang haram tersebut. Dan saat pembelinya Marwi akan melakukan transaksi, polisipun langsung menangkapnya. Dari tangan tersangka didapati dua butir ekstasi warna merah muda berlogo love, disertai uang  sebesar Rp600.000.

Di tempat terpisah polisi juga menciduk Sukur (30), warga Desa Bakung, Kecamatan Bayung Lencir, Muba karena kedapatan memiliki seperempat paket besar shabu-shabu atau seberat 2,5 gram yang dibeli seharga Rp3 juta. Sukur  tertangkap dalam razia yang digelar Polairud dengan Polsek Lalan di dermaga Polairud Lalan, Selasa (10/4) sekitar pukul 15.30.

Kapolres Muba AKBP Toto Wibowo melalui Kasat Narkoba Iptu Bakri membenarkan telah terjadi penangkapan tersangka pemilik narkoba jenis ekstasi dan shabu-shabu. Hal ini berdasarkan informasi langsung warga ataupun melalui SMS. “Warung remang-remang ini sangat rentan peredaran narkoba. Begitu ada laporan langsung kita tindaklanjuti dan memang benar ada transaksi tersebut,” ujar Iptu Bakri.

Akibat perbuatan tersangka tersebut, mereka terancam sanksi minimal lima tahun penjara dan maksimal 20 tahun penjara berdasarkan UU Narkotika pasal 112 dan 114. “Saat ini sedang kita sidik keterlibatan mereka dan dari mana mereka mengambil barang tersebut. Ketiga tersangka saat ini kita tahan  di Polres Muba untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya,” jelas kasat.  /arf