Tenaga Kerja Asing Banyak Tidak Melapor

Lahat, BP

Kabupaten Lahat memiliki banyak potensi alam, salah satunya penambangan batubara. Potensi tersebut membuat banyak perusahaan menggunakan pekerja asing.

Namun sayangnya, disinyalir banyak pekerja asing tidak melapor ke instansi terkait, sehingga terindikasi illegal.

Hasil data Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Lahat mencatat setidaknya hingga April, baru 24 tenaga kerja asing resmi terdaftar.

Diduga jumlah tenaker asing ini masih banyak belum melapor ke Disnakertrans lantaran kian menjamurnya perusahaan di Kabupaten Lahat.

Kepala Bidang  Penempatan Tenaker dan Perluasan Kerja Disnakertrans Lahat, Joko Purwanto, Rabu (11/4), mengatakan,  24 tenaker yang rutin terdaftar itu sebagian besar berkebangsaan China.

“Paling banyak yang menggunakan pekerja asing di Kecamatan Merapi, karena memang di sana juga banyak penambangan batubara,” tuturnya.

Diuraikan Joko, PT Priamanaya memperkerjakan 17 orang tenaker, PT Daya Alam Teknik Inti sebanyak 5 orang, dan PT Indopansi Bumi sebanyak 2 orang.

Untuk bekerja di Lahat, masing masing pekerja wajib mengantungi Tenaga Kerja Warga Negara Asing Pendatang (TKWNAP).

Mereka boleh dinyatakan bekerja, jika perusahaan yang bersangkutan menyampaikan Rencana Penggunanaa Tenaga Kerja Asing (RPTKA) serta surat Izin Memperkerjakan Tenaga Kerja Asing (IMTA). “Surat ini pun yang mengeluarkan Kemenaker,” katanya.
Kalau untuk tenaker itu sendiri, menurut dia, wajib memiliki paspor, kitas, Visa, serta surat keterangan dari kepolisian.

Di samping itu, wajib lapor ke DIsnakertrans dengan masa waktu pelaporan disesuaikan dengan KITAS.

“Perusahaan juga berkewajiban melaporkan keberadaan tenaker asing itu sendiri,” imbuhnya. /tom