Tamatan SMA Banyak Menganggur

Lubuklinggau, BP

Dinas Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Lubuklinggau mencatat angka pengangguran sudah mencapai dua ribu orang. Kebanyakan para pengangguran ini tamatan SMA sederajat.

Kepala Disnaker Lubuklinggau  Edison Jaya, Rabu (11/4), mengatakan, sebagian besar pengangguran tersebut warga Kota Lubuklinggau.

Dikatakannya, lapangan pekerjaan di Kota Lubuklinggau cukup banyak. Hanya yang menjadi kendala adalah perusahaan maupun investor mencari tenaga yang benar-benar handal di bidangnya.

“Mengingat mereka cuma tamatan SMA yang tidak memiliki keterampilan, akhirnya mereka tidak bisa masuk dalam lingkup kerja yang dicari perusahaan maupun investor,” kata Edison.

Begitu pun adanya pembukaan lapangan pekerjaan di luar negeri, banyak perusahaan menginginkan adanya pekerja dari Lubuklinggau.

Hanya saja, di Lubuklinggau sama sekali tidak ada perusahaan jasa tenaga kerja luar negeri Indonesia (PJTKI). Sehingga akhirnya lapangan pekerjaan tersebut tidak bisa diambil warga Lubuklinggau.

“Kalau TKI biasanya mereka mengharapkan adalah tenaga pekerja rumah tangga. Ada juga negara yang berkeinginan untuk merekrtut tenaga medis dari Lubuklinggau, yaitu Timor Leste. Kalau bisa janganlah. Kalau negara lain seperti Brunai, Malaysia, Singapura ataupun negara maju lainnya tidak apalah. Kalau Timor Leste, takutnya ada apa –apa dengan mereka.,” ujar Edison.

Idealnya, menurut Edison, Kota Lubuklinggau harus memiliki balai latihan kerja (BLK). Di mana para pengangguran dapat didaftarkan untuk mendapatkan keterampilan di BLK.

“Kalau mereka memiliki keterampilan atau kemampuan, mungkin perusahaan yang mengejar dan mencari mereka. Bukannya mereka yang harus mencari pekerjaan,” kata Edison singkat. /kur