Polisi Usut Korupsi Pengadaan Bibit Sawit

Lubuklinggau, BP
Kepolisian Resor (Polres) Kota Lubuklinggau mengelar kasus tindak pidana korupsi (Tipikor) pengadaan bibit kelapa sawit di Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura Pemerintah Kota (Pemkot) Lubuklinggau. Diduga kerugian negara akibat proyek penghijauan tahun 2010 sebesar sebesar Rp95 juta.

Acara gelar perkara dipimpin langsung Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) dan sejumlah perwira lainnya, Rabu (11/4). Gelar perkara itu untuk meningkatkan proses penyelidikan ke tingkat penyidikan. “Kita memang gelar perkara dugaan korupsi Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura terkait pengadaan bibit kelapa sawit tahun 2010 dan gelar perkara untuk menyakinkan penyidik terkait kasus yang diproses sekarang,” ujar Kasat Reskrim Polres Lubuklinggau AKP Achmad Albar, kemarin.

Menurutnya, memang sudah ada penetapan tersangka terkait kasus dugaan korupsi yang ditangani Satuan Reskrim. “Kita yakin ada dua tersangka yang akan ditetapkan. Silakan langsung ke Kapolres untuk konfirmasi terkait tersangka dan penyelidikan kasus dugaan korupsi yang ada,”jelas dia.

Terpisah, Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Kota Lubuklinggau, AKBP Chaidir mengatakan, pihaknya masih mendalami kasus dugaan korupsi tersebut. Sudah ada 28 orang saksi yang diperiksa. “Untuk tersangka diprediksi ada dua orang, salah satunya mantan kadis Tanaman Pangan dan Hotikultura Pemko Lubuklinggau. Semua orang tahu,” jelas Chaidir yang enggan menyebutkan nama tersangka mantan Kadis Tanaman Pangan dan Holtikultura Pemko Lubuklinggau tersebut.

Chaidir menjelaskan, sesuai hasil audit BPK Provinsi Sumsel diduga kerugian negara sebesar Rp95 juta.

 

Proyek itu digunakan untuk program penghijauan tahun 2010 penanaman  pohon kelapa sawit di sepanjang jalan Poros Mesat dan jalan Siring Agung. Seharusnya, 2.500 batang pohon kelapa sawit yang ditanam, tetapi yang ditanam hanya 1.096 batang pohon.

“Kasus ini dalam proses tahap penyelidikan dan segera ditingkatkan dalam tahap penyidikan dalam waktu dekat, setelah tim penyidik yakin menetapkan tersangka melalui analisa-analisa kasus serta bukti-bukti tambahan yang dimiliki,” katanya.

Untuk barang bukti (bb) yang telah disita, sebut Chaidir, dari Kantor Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura sebanyak 32 dokumen dan foto-foto lokasi pelaksanaan proyek penghijauan tersebut. Selain itu, untuk laporan korupsi yang masuk di Polres Kota Lubuklinggau sepanjang tahun 2012 sebanyak enam kasus. Dan semuanya sedang proses penyelidikan. “Kita tetap selidiki kasus dugaan korupsi yang dilaporkan,” pungkasnya. /kur