Petani Tambak Merugi, Kolam Tersapu Banjir

Martapura, BP

Petani tambak di wilayah Gunung  Mas, Belitang, Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur (OKUT) harus menelan pil pahit.

Akibat banjir yang melanda beberapa waktu lalu, mereka menderita kerugian hingga ratusan juta rupiah.

Warga Gunung Mas yang umumnya berprofesi sebagai petani  padi dengan usaha tambak kecil sebagai usaha sampingan, harus kehilangan ribuan ikan-ikan mereka lepas terbawa banjir.

Kerugian yang mereka terima bervariasi, ada yang hanya ratusan ribu saja, namun ada pula yang mencapai puluhan juta rupiah.

Darmin (43), seorang petani tambak mengatakan,  banjir yang terjadi diakibatkan oleh hujan terjadi secara terus menerus.

Akibatnya Sungai Belitang meluap dan arusnya kembali ke pemukiman warga yang banyak terdapat tambak.

“Petani tambak di sini ratusan jumlahnya. Kalau saya sendiri menderita kerugian sekitar tujuh ratus ribu rupiah. Ini akibat ikan yang melompat karena air kolam hampir penuh. Ikan yang saya pelihara adalah ikan lele dan ikan mas,” katanya.

Menurut dia, banjir  terjadi sekitar tiga hari lalu mengakibatkan pekarangan warga terbenam banjir.

Akibatnya bisa ditebak, pemukiman di sekitar tempatnya menjadi kolam besar tempat berlarinya ikan-ikan yang lepas karena banjir.

“Ikan-ikan tersebut kemudian ikut terbawa arus ke aliran Sungai Belitang,” ucap dia.

Sementara itu, Turmuji (44), warga yang sama mengatakan, ikan di kolamnya habis tidak bersisa karena tersapu banjir.

Padahal menurutnya, pada pertengahan bulan ini rencananya ikan lele di kolamnya sudah siap dipanen.

“Kalau dihitung-hitung saya mengalami kerugian sampai dua juta lebih. Namun kerugian saya masih amat kecil bila dibandingkan dengan kerugian pemilik tambak di ujung desa. Kerugiannya puluhan juta rupiah. Bayangkan saja ia menabur benih tiga kwintal yang besarnya masih seujung jari. Sekarang ikan-ikan tersebut satu ekornya mencapai satu kilogram lebih dan semua hilang ditelan banjir,” jelasnya.

Turmuji mengatakan, akan kembali memperbaiki tambaknya dan akan menabur benih lele lagi.

“Sekarang akan saya perbaiki dan mana yang kurang akan saya tambah. Masalahnya kemarin tanggul yang menghadang air jebol dan air banjir langsung masuk ke sini,” katanya. /mas