Perputaran Lalin di Depan Kampus UMP Bakal Ditutup

Palembang, BP

Dinas Perhubungan (Dishub) Palembang segera menutup perputaran arah lalulintas di depan kampus Universitas Muhammadiyah Palembang (UMP). Titik perputaran ini dinilai rawan kecelakaan karena sering terjadi konflik kendaraan roda empat dan roda dua.

          Kepala Dishub Kota Palembang Masrifin Thoyib, rabu (11/4), mengatakan, mengatasi kemacetan di sepanjang Jalan A Yani, Plaju, pihaknya berencana mengubah beberapa titik memutar di jalan itu. “Salah satunya tempat kendaraan memutar di depan Universitas Muhamadiyah, akan kita tutup dan dialihkan di dekat makam Naga Swidak dan sebelum traffic light perempatan Jakabaring-Kertapati-Plaju-Jembatan Ampera dimungkinkan dibuka tempat memutar kendaraan,” ujar Masrifin.

Menurut dia, dengan ditutupnya tempat memutar lama dan dibukanya tempat memutar baru, diyakini kemacetan di sepanjang jalan di kawasan Plaju itu dapat teratasi. “Kita yakin dengan adanya perubahan perlintasan tempat memutar kendaraan, maka macet dapat berkurang di wilayah Plaju itu,” katanya.

Namun diakui Masrifin, kemacetan di Jalan A Yani bukan semata disebabkan menumpuknya kendaraan yang hendak berbalik arah di titik perputaran. Tetapi kemacetan juga terjadi akibat kendaraan umum, bus kota dan angkot, berhenti di sembarang tempat.

“Macet ini bukan hanya disebabkan minimnya tempat memutar di kawasan itu, melainkan juga karena kendaraan umum sering berhenti sembarangan, utamanya di depan gerbang perguruan tinggi dikawasan te tersebut,” jelas Masrifin.

Rencananya, Dishub Palembang akan melakukan uji coba membuka dan menutup tempat memutar kendaraan di Jalan A Yani itu dalam waktu dekat. “Kami akan melakukan uji coba buka tutup tersebut dalam minggu-minggu ini, jika uji coba itu berhasil akan diteruskan,” ujar Masrifin.

Selain itu, jembatan penyeberangan orang (JPO) yang ada di dekat kawasan tersebut akan difungsikan. Artinya, masyarakat atau mahasiswa yang akan menyeberang jalan mesti melewati JPO. “Menyeberang jalan tanpa melalui jembatan juga memicu macet, sehingga JPO akan ditertibkan di kawasan tersebut,” katanya. /rul