Investasi Perkebunan Patut Diawasi

Muaradua, BP

Rawan terjadinya konflik lahan antara warga dan perusahaan perkebunan, membuat anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan (OKUS) berencana membentuk panitia kerja (panja) atau panitia khusus (pansus).

Anggota Komisi II DPRD OKUS Jauhari Adibaya, Rabu (11/4), mengatakan, panja dan pansus tujuannya untuk mengawasi dan meneliti seluruh izin dan tahapan yang tengah dijalankan investor perkebuanan.

Jauhari mengatakan, pembentukan panja atau pansus untuk melindungi investor agar tetap berinvestasi dengan aman di OKUS dan mengedepankan kepentingan masyarakat.
Menurut Jauhari, selama ini tidak ada keterbukaan bagaimana kerja sama antara investor dengan sejumlah masyarakat pemilik lahan, termasuk sistem pembagian hasil.

“Nah ini yang nantinya ingin kita pertegas dan perjelas seperti apa, jangan sampai nantinya setelah kurun waktu 35 tahun timbul permasalahan yang berunjung kekerasan
seperti yang terjadi di berbagai daerah. Ini yang tak kita inginkan,” kata Jauhari.
Senada dikatakan angota Komisi I DPRD OKUS Cipto BM. Dia menyambut baik wacana tersebut.

Menurut Cipto, penting dibentuk panja untuk mengetahui sejauh mana tahapan dan aturan yang telah dijalankan dan dilaksanakan oleh sejumlah investor.

Pasalnya, selama ini pihaknya tak pernah dilibatkan soal adanya investor yang masuk dan hendak menamkan invetasi.

“Masuknya kita tidak tahu, nanti ketika ada konflik dewan yang dilibatkan, seharusnya ada keterbukaan antara pemerintah dan dewan sehingga apapun permasalahan kedepan bisa diatasi bersama dan rakyat tidak dirugikan,” ujarnya. /ady