DPRD Sumsel Bertemu Gubernur Bahas Angkutan Batubara

Palembang, BP

Meski hasil rapat terakhir terkait batubara dinyatakan akan berlanjut 11 April di DPRD Sumsel. Namun, tidak demikian adanya, kegiatan yang bertujuan mencarikan jalan keluar permasalahan angkutan batubara itu berlangsung di Griya Agung pukul 16.00 dan tak terdapat dalam jadwal.

Meski demikian, anggota dewan Sumsel yang dihubungi tetap mau terbuka menjelaskan hasil pertemuan mereka dengan Gubernur Sumsel H Alex Noerdin, Rabu (11/4) sore.
Menurut Anggota Komisi IV DPRD Sumsel, M F Ridho, pihaknya memang menjadwalkan untuk melakukan rapat lanjutan. Namun, tidak bersama para pengusaha, melainkan dengan

Gubernur Sumsel untuk melaporkan hasil rapat bersama pengusaha beberapa waktu lalu.
Rapat juga terkesan mendadak, sebab seluruh anggota Komisi IV DPRD Sumsel juga baru saja tiba dari Banjarmasin untuk studi banding mengenai jalur khusus batubara di sana.

“Ya, memang kami baru saja selesai, rapat kira kira 15 menit lalu, memang agak sore dan tak terlalu banyak pesertanya. Namun, paling tidak kami sudah melaporkan hasil dengar pendapat bersama para pengusaha, pemerintah kota dan kabupaten, kepada Gubernur sedangkan hasilnya sendiri masih akan dicarikan solusi terbaik,” ungkap politisi Partai Demokrat itu.

Ridho mengatakan, berdasarkan hasil rapat dengan Gubernur, maka akan dilakukan kajian ulang mengenai draf Surat Edaran Gubernur, rencananya akan dibuatkan aturan baru yang lebih mengikat dan tegas.

Namun, sebelum dibuat aturan baru melalui sejumlah kajian, Surat Edaran yang lama akan tetap diberlakukan sampai ada aturan baru yang lebih baik.

“Artinya para pengusaha masih harus mengikuti aturan main dari Surat Edaran yang ada terlebih dahulu, sampai ada jalan khusus batubara. Namun, berdasarkan rasa kemanusiawian bisa saja diberikan peluang untuk tetap melintas sampai aturan dan jalan batubara buatanServo selesai. Namun, harus ikut aturan mainnya yang diberlakukan,” kata dia.

Lebih lanjut ia mengatakan, aturan yang dibuat diantaranya pengusaha harus menerapkan plat kendaraan BG milik Palembang, selain itu angkutan tidak boleh lebih dari 12 ton, serta jam melintas juga harus tetap diindahkan dengan tidak melaju malam hari.

“Di Surat yang baru nanti akan diatur lebih jelas mengenai itu,” katanya.
Sedangkan anggota Komisi IV DPRD Sumsel lainnya, Najib Matjan mengatakan kalau hingga kini rapat bersama Gubernur masih dibahas dan belum ada kesimpulan,” Kami masih rapat dengan Gubernur,” katanya.

Sedangkan Gubernur Sumsel dalam pertemuan tersebut mengatakan akan melakukan kajian ulang mengenai draf Surat Edaran Gubernur, rencananya akan dibuatkan aturan baru yang lebih mengikat dan tegas.

Namun, sebelum dibuat aturan baru melalui sejumlah kajian, Surat Edaran yang lama akan tetap diberlakukan sampai ada aturan baru yang lebih baik.

Selain itu pengusaha masih harus mengikuti aturan main dari Surat Edaran yang ada terlebih dahulu, sampai ada jalan khusus batubara.

Namun, berdasarkan rasa kemanusiawian bisa saja diberikan peluang untuk tetap melintas di jalan umum sampai aturan dan jalan batubara buatan Servo selesai. Namun, harus ikut aturan mainnya. /osk