Dana Kompensasi Rp30 Triliun Ditunda

Palembang, BP

          Pemerintah menunda pembagian dana pada program-program kompensasi untuk masyarakat dengan nilai total sebesar Rp30 triliun. Penundaan dilakukan karena kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) juga batal dilaksanakan.

Hal itu dikatakan Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas, Armida S Alisyahbana, ketika membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Sumsel 2012 di Palembang, Rabu (11/4).

Dana tersebut sedianya akan dialokasikan untuk lima program kompensasi, di antaranya kompensasi bantuan langsung sementara masyarakat (BLSM), infrastruktur desa, kompensasi angkutan umum, peningkatan unit cost untuk program keluarga harapan, dan beasiswa miskin.

Armida mengatakan, pemerintah terpaksa menunda pembagian dana kompensasi tersebut, karena dananya memang tidak ada. “Tidak mungkin membelanjakan sesuatu jika dananya tidak ada,” kata dia.

Namun demikian, imbuh dia, penundaaan pembagian dana ini tidak akan berdampak apa-apa karena alokasi itu memang dibagikan jika harga BBM mengalami kenaikan. Menurut dia, saat ini Menteri Keuangan sedang melakukan perhitungan ulang terhadap hal ini.

“Namun intinya pemerintah juga harus mempertahankan angka pertumbuhan ekonomi, yang pada mulanya ditargetkan sebesar 6,7 persen menjadi 6,5 persen pada APBNP,” kata Armida.

Dikatakan Armida, dalam implementasi APBN Perubahan 2012 –terkait harga BBM— akan mengalami revisi terkait target perubahan ekonomi makro. Pertumbuhan ekonomi 6,5 persen dari 6,7 sebelumnya.
“Angka 6,5 termasuk cukup optimis, namun target ini tidak hanya kerja dan tugas pemerintah pusat untuk mencapainya, tapi juga perlu dukungan kinerja pemerintah daerah,” katanya.

Sementara tingkat inflasi, kata Armida, semula 5,3 persen menjadi 6,8. Penundaan ini, menurut dia, mestinya bisa menekan tingkat inflasi nasional pada angka 4.5 hingga 5 persen. “Diharap angka ini bisa disumbang dari berbagai daerah,” katanya.

Menurut dia, saat ini pemerintah sedang menyiapkan langkah langkah kebijakan pengamanan APBN 2012 yang komplit, terutama untuk program jangka pendek supaya secara fiskal negara ini bisa dalam kondisi aman.

“Diharapkan program ini bisa berjalan Mei mendatang. Termasuk prioritas peningkatan penerimaan,” katanya. /osk