Dampak Puting Beliung, Warga Dirikan Tenda

Lahat, BP

Musibah angin kencang menimbulkan kerugian tidak sedikit. Beruntung, kejadian ini tidak menimbulkan korban jiwa.

Warga Desa Pajar Tinggi dan Desa Aceh, Kecamatan Pajar Bulan, Kabupaten Lahat mulai berbenah, usai dilanda sapuan angin puting beliung, Selasa (10/4) sore.

Pantauan BeritaPagi, kemarin (11/4), warga mulai bergotong royong mendirikan tenda sebagai tempat penampungan sementara, bagi warga yang rumahnya porak-poranda dihantam angin kencang.

Data dari Dinas Kesejahteraan Sosial (Kadiskesos) Kabupaten Lahat sebanyak 11 rumah di dua desa tersebut mengalami kerusakan.

Tiga rumah di antaranya mengalami rusak berat, sedangkan delapan rumah hanya mengalami rusak ringan.

Amukan puting beliung juga memporak-porandahkan kebun kopi, merobohkan beberapa pepohonan dan kandang ternak warga.

Kamsudin (40), warga Desa Pajar Tinggi mengatakan, saat kejadian dia berada di kebun kopi tidak jauh dari rumah.

Sedangkan di dalam rumah hanya tiga anaknya. Merasa khawatir dengan kencangnya tiupan angin, membuat lelaki empat anak ini bergegas pulang. Naasnya, saat tiba di rumah, tidak satu pun lagi atap rumah yang menempel di rumahnya tersebut.

“Memang kencang nian anginnyo, seluruh atap rumah kami habis dibawa angin. Tapi untungnyo ketigo anak kami dak apo-apo. Alhamdulillah mereka selamat,” ujar Kamsudin yang rumahnya mengalami kerusakan paling parah.

Kades Pajar Tinggi Mayudin memperkirakan kerugian yang diderita warga mencapai puluhan juta rupiah.

Selain rumah, kandang ternak, puluhan hektar kebun kopi siap panen milik warga rusak disapu puting beliung.

“Pohon-pohon kopi dihantam pohon besar yang tumbang. Untuk renovasi sementara rumah warga yang rusak, sudah kami lakukan bersama warga lainnya,” ujarnya.

Terpisah, Kadiskesos Lahat Harinus melalui Kabid Bantuan dan Jaminan Sosial (Banjamsos) Akhmad Albar didampingi Kasi Bantuan Sosial dan Korban Bencana (BSKB) Hery Mulyadi mengaku, sudah menerima laporan bencana alam dari Camat Pajar Bulan.

Atas informasi itu, pihaknya tidak memberikan bantuan tanggap darurat,  namun pihaknya menunggu data valid dari desa maupun kecamatan untuk melakukan tindakan yang tepat untuk kedua desa tersebut.

“Camat sudah melaporkan kepada kami bahwa untungnya tidak ada korban jiwa. Warga sudah bergotong royong untuk memperbaiki rumah yang tertiup angin puting beliung,” ujar Akhmad Albar. /ufi/tom