Butuh Empat Instansi Untuk Atasi Banjir

Palembang, BP

         Kepala Dinas PU Bina Marga-PSDA Kota Palembang Dharma Budi, Rabu (11/4), mengatakan, ada 54 titik banjir di seluruh Kota Palembang. Menghadapi kondisi seperti ini, dibutuhkan kerja sama empat instansi sekaligus untuk bisa mengatasinya.

Empat instansi tersebut yakni pihak kecamatan, Dinas Tata Kota, Bagian Agraria, dan Dinas PU. Dharma menjelaskan, peran dan fungsi masing-masing instansi itu, dibutuhkan dalam membereskan masalah banjir. Seperti Bagian Agraria untuk membebaskan lahan yang akan dibuat menjadi kolam retensi sebagai tempat resapan air.

“Kemudian kecamatan, Dinas Tata Kota, dan Dinas PU sendiri menentukan daerah dataran rendah sebagai lokasi aliran air, sehinngga air mengalir dengan lancar,” jelas Dharma.

Dharma menambahkan, kerja sama empat instansi ini tak sebatas mengatasi banjir yang ada sekarang, tetapi tetap dibutuhkan secara berkelanjutan untuk mencegah ancaman banjir di titik baru. Contohnya dalam pengembangan pembangunan, terutama pembangunan ruko yang sering menimbulkan titik banjir baru.

“Artinya, kecamatan, Dinas Tata Kota, dan Bagian Agraria membatasi atau mengarahkan para pengusaha yang akan membangun gedung atau ruko, sehingga penimbunan untuk membangun gedung bisa terarah dan terpusat di kawasan tertentu,” kata Dharma.

Mengenai 54 titik banjir di Kota Palembang saat ini, menurut Dharma, di antaranya Jalan Kapten A Rivai, seputaran Kantor Gubernur, Jalan Veteran, Jakabaring, dan Jalan Jenderal Sudirman. “Semua saluran pembuangan air di lokasi tersebut tidak berfungsi sebagaimana mestinya, sehingga ketika hujan turun dengan intensitas tinggi, maka kawasan ini tergenang,” kata Dharma.

Dinas PU Bina Marga-PSDA Palembang sendiri telah membuat rencana jangka pendek dan rencana jangka panjang untuk mengatasi persoalan banjir. Dharma Budi menjelaskan, untuk rencana jangka panjang akan dibuatkan kolam retensi besar di kawasan Talang Jambe. “Namun itu dibangun pada 2013 nanti,” jelasnya.

Sedangkan rencana jangka pendek, Dinas PU Bina Marga-PSDA Palembang berupaya melakukan pembersihan kolam retensi yang sudah ada, dengan menormalisasi kedalaman air kolam yang semakin dangkal.

“Saat ini kita sedang menormalisasi beberapa kolam retensi dengan cara dikeruk kembali kedalaman kolam, selain itu saluran air terus dibangun dan juga memfungsikan pompa pengendali banjir atau mesin penyedot air di Jalan radial,” ujar Dharma.

Terkait dengan itu, lanjut Dharma, pihaknya juga berencana akan memberlakukan peraturan daerah (perda) sebagai kawasan konservasi atau kawasan yang tidak boleh ada pembangunan. “Kita akan mengajukan perda dengan persetujuan pak walikota, untuk tidak dibangunnya pembangunan seperti di daerah rawa reklamasi, rawa budidaya, dan rawa konservasi,” katanya. /rul