60 Kepala Sekolah Dasar Tinggalkan Tugas?

Inderalaya, BP

Sebanyak 60 kepala sekolah (kepsek) sekolah daar (SD) di Kecamatan Tanjungraja, Kabupaten Ogan Ilir (OI) diajak jalan-jalan oleh Kadis Pariwisata Tarbiyah ke Yogyakarta pada 9 April lalu.

Hebatnya, keberangkatan kepsek tersebut diduga kuat tanpa izin pihak Dinas Pendidikan (disdik) OI.

Salah satu komite salah satu SD Negeri di Tanjung Raja yang enggan namanya ditulis mengatakan, kepergian kepsek tersebut hingga saat ini belum ada izin dari Bupati OI.

“Saya komite salah satu SD negeri di Tanjung Raja mau menemui kepsek tidak tahunya diajak Kadis Pariwisata OI jalan-jalan bersama,” ujarnya melalui pesan singkat.

Disebutkannya,  kepsek yang berangkat tersebut lebih kurang 60 orang dengan biaya Rp3 juta per orang.

“Tugas sebagai guru atau PNS ditinggalkan mulai tanggal 9 April, saya cari info bahwa
tidak ada izin Bupati, kok bisa seharusnya jangan begitulah?,” ujarnya.

Kabid TK/SD Faturozi Disdik OI mengakui, keberangkatan kepsek tersebut, namun hingga saat ini pihaknya belum mendapat surat resmi atas kepergian mereka.

“Kabarnya mereka pergi untuk mengunjungi rumah pintar dan pergi kesana diajak pihak Pariwisata dengan inisiatif pribadi. Mungkin
mereka minta izin sama Kacabdinnya. Yang pasti, kalau kita tidak tahu persis,” ujarnya.

Terpisah  Kacabdin Tanjung Raja Hj Yumna mengakui adanya Kepsek SD di Tanjung Raja yang diajak Pariwisata ke Yogyakarta.

Namun menurut dia, yang meminta izin kepada dirinya hanya tiga kepsek saja. “Saya
tidak tahu kalau sebanyak itu, yang minta izin hanya 3 kepsek kok,” ujarnya

Menurut Yumna, kepergian tiga orang Kepsek yang minta izin tersebut, tujuannya untuk studi banding masalah karya ilmiah.

“Itupun disampaikan mereka secara lisan, bukan tertulis, jadi bagaimana kita mau tembuskan
ke Disdik,” cetusnya.

Sementara itu, saat ingin mengonfirmasikan hal tersebut ke Dinas Pariwisata,  hanya terlihat beberapa staf dan pegawai di kantor tersebut.

“Ibu (Kepala Dinas -red) sedang dinas di luar kota, kabidnya sedang keluar, mungkin lagi makan,” ujar salah satu pegawai TKS. /hen