11 Paket Shabu Ditemukan di Rutan

Palembang, BP

“11 paket shabu itu ditemukan saat razia mendadak tadi pagi pukul 09.00, sembilan paket ditemukan dari kamar sel nomor 10 dan dua paket dari kamar sel nomor 7,” kata Kepala Pengamanan Rutan Pakjo Tri Purnomo saat ditemui di ruang kerjanya kemarin.

Tri menjelaskan, dua paket shabu di kamar sel nomor 7  ditemukan di lemari milik tersangka  Hariyanto dan Fikriansyah, sedangkan sembilan paket shabu di kamar sel nomor 10 ditemukan di dekat remote televisi.

Guna penyidikan lebih lanjut, tersangka yang mendiami kamar sel nomor 7,  Hariyanto (28), warga Jalan Silaberanti, Lorong Gading, Kecamatan Seberang Ulu II Palembang yang kemarin ditahan dalam kasus yang sama kepemilikan shabu pada 2011, dan tersangka Fikriansyah (27) warga Jalan Silaberanti, Kecamatan Seberang Ulu II yang sebelumnya di tahan dalam kasus pengeroyokan langsung digelandang ke Polsek Ilir Barat I Palembang. Sedangkan kamar sel nomor 10 diwakili  langsung Muslim yang merupakan ketua kamar dan diduga mengetahui kepemilikan barang haram itu.

“Mereka akan diperiksa lebih lanjut oleh polisi, kalau memang terbukti memiliki shabu itu  seperti di kamar sel nomor 7 di lemari milik Hariyanto dan Fikriansyah, begitu juga ditemukan pemiliknya di kamar sel nomor 10 otomatis  tahanan itu nantinya akan dibebani hukuman penjara dalam kasus baru tersebut,” ujar Tri Purnomo.

Ia pun berharap gelaran razia yang dijadwalkan akan dilakukan secara rutin mendatang dan dapat memberikan efek jera sekaligus memutus mata rantai dugaan  peredaran narkoba di rutan.

Kepala Unit Reserse Kriminal Polsek Ilir Barat I Palembang Ipda Iwan Gunawan ditemui di ruang kerjanya kemarin, membenarkan sudah menerima permintaan penahanan terhadap tiga tersangka diduga memiliki barang haram narkoba di kamar sel nomor 7 dan 10 dari Kepala Rutan Klas IA Pakjo Palembang.

“Tersangka akan menjalani pemeriksaan lebih lanjut, kita juga akan berusaha secepatnya menemukan pelaku yang memiliki narkoba itu. Kalau sudah ada, kita akan langsung tetapkan tersangka dalam kasus yang baru,” kata Iwan.

Menurut Iwan, tersangka pemilik barang haram itu terancam Undang-undang Republik Indonesia nomor 35/2009 tentang narkotika, dengan ancaman hukuman minimal empat tahun penjara.

Sementara ketiga tahanan diduga memiliki barang haram narkoba itu saat dimintai keterangan kemarin, semuanya membantah kepemilikan barang haram itu.

“Tidak tahu dari mana shabu itu, tiba-tiba ada di dalam sel,” kata Hariyanto seraya diamini tersangka lain.

Ketiga tersangka pun berharap tidak dibebani ancaman hukuman baru dalam kasus tersebut. /git