Ratusan Honorer Datangi BKD

Kayuagung, BP

Setelah beredarnya pengumuman tenaga honorer yang dinyatakan lulus verifikasi oleh Badan Kepegawaian Nasional (BKN), sejumlah honorer di Kabupaten OKI yang tak masuk daftar tersebut, merasa tak puas.

Senin (9/4) siang, ratusan tenaga honorer kategori I yang tidak lulus verifikasi untuk diangkat menjadi calon pegawai negeri sipil (CPNS) ‘curhat’ ke Badan Kepegawaian dan Diklat (BKD) OKI.

Para honorer yang mengadu mayoritas berasal dari kategori tenaga kesehatan dan tenaga pendidik. Mereka mempertanyakan mengapa hanya 62 orang (dua orang dicoret) yang dinyatakan lulus verifikasi.

Mereka juga mempertanyakan mengapa honorer yang lulus SK-nya lebih muda, sementara mereka yang sudah mengabdi selama 17 tahun lebih, tidak diangkat menjadi CPNS.

Nuraini, salah satu tenaga honorer yang bertugas di Kecamatan Tulung Selapan, OKI ketika ditemui di posko pengaduan di Kantor BKD OKI menyatakan kegusarannya atas pengumuman tersebut.

“Saya sudah mengabdi sebagai tenaga pengajar sejak 17 tahun lalu, tapi tidak diangkat jadi PNS. Malahan yang baru bertugas beberapa tahun saja sudah diangkat,” cetus  Nuraini.

Dikatakan Nuraini, dirinya sengaja datang dari Tulung Selapan ke kantor BKD OKI di Kayuagung hanya untuk memperjuangkan nasibnya.

Sebab jika memang verifikasi yang dilakukan BKN Pusat sesuai dengan peraturan yang ada, maka tidak mungkin tenaga honorer yang sudah mengabdi belasan tahun tidak menjadi prioritas.

“Kita hanya menyampaikan apa yang seharusnya menjadi hak, bukan mengharapkan apa yang bukan hak kita. Sama seperti mereka-mereka yang sekarang ini berdatangan dari pelosok desa ke kantor BKD ini,” bebernya.

Pantauan di lapangan kemarin, tampak puluhan honerer telah berada di depan posko pengaduan sejak pukul 08.00.

Kebanyakan dari mereka adalah tenaga pendidik dan tenaga kesehatan yang bertugas di pelosok desa.

Bukan hanya tenaga honorer itu sendiri yang memperjuangkan masa depan mereka, namun anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) OKI dari Komisi I juga tampak mendampingi para honorer untuk memperjuangkan nasib mereka kedepan.

Terpisah, anggota Komisi I DPRD OKI Husni Thamrin dan Jakbar ditemui di Kantor BKD OKI mengatakan, bakal memfasilitasi tenaga honorer untuk memperjuangkan nasibnya hingga ke BKN Pusat.

“Barusan kami berbincang-bincang dengan kepala BKD. Intinya, 300 tenaga honorer yang tidak dinyatakan lulus akan diajukan kembali ke BKN,” ujarnya.

Bukan hanya untuk diperjuangkan guna mengganti dua nama tenaga honorer yang sebelumnya dicoret oleh BKD OKI, namun akan diajukan lagi agar jumlah honorer yang akan diangkat menjadi CPNS bertambah. Sebab di kabupaten/kota lainnya honorer yang dinyatakan lulus lebih dari 100 orang.

“OKI mengajukan ke pusat sebanyak 354 orang, tapi yang lulus hanya 62 orang. Untuk itu, dalam waktu dekat kita bersama pihak BKD OKI akan memperjuangkan nasib para honorer kita,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala BKD OKI Maulan Aklil didampingi Sekretarisnya Ahmad Kholik mengatakan, terus menampung keluhan dari para honorer yang merasa tidak puas dengan hasil verifikasi pihak BKN.

“Sudah ratusan yang masuk, kita tetap akan menampung keluhan yang masuk,” ujarnya. /ros