Polisi Bubarkan Demonstrasi

Muarabeliti, BP

Puluhan massa dari kelompok dan kepentingan berbeda sekitar pukul 10.00, Senin (9/4) mendatangi kantor DPR Kabupaten Musirawas.

Aksi satu kelompok massa yang mendesak dilaksanakan proses PAW pada tubuh Partai Barnas, terpaksa dibubarkan aparat kepolisian karena dinilai menggangu rapat di dalam DPRD serta tidak mampu menunjukkan surat izin melakukan unjuk rasa.

Pantauan di lapangan, demonstrasi dimulai dengan kedatangan massa dari perwakilan lima desa, SP 3, SP 5, Mambang, Lubuk Tuo, dan Bingin Jungut, diwilayah Kecamatan Muara Kelingi.

Mereka mendesak PT Elnusa angkat kaki karena pekerjaan seismik yang dilakukan belum melakukan ganti rugi.

Koordinator Aksi Kay dan Wajir mengakui, sudah ada ganti rugi lahan yang dilakukan PT Elnusa, namun lahan itu milik pejabat, anggota DPRD Mura serta orang yang ditokohkan.

“Apa bedanya kami dengan mereka, kami memiliki lahan sendiri, tetapi yang diganti rugi duluan adalah mereka,” ujar Kay.

Puas berorasi, perwakilan massa diajak berunding PT Pertamina dan kontraktor PT Elnusa yang difaslitasi oleh Komisi I DPRD Mura.

Perwakilan dari PT Pertamina C Simanjutak serta perwakilan dari PT Elnusa Bayu, mengatakan masalah ganti rugi terhadap lahan maupun rumah warga yang retak diakibatkan pekerjaan sesismik tengah diverifikasi oleh pihaknya.

“Ini sebenarnya adalah pekerjaan PT Pertamina dan tanggung jawab kita. Namun pengerjaannya saja yang diserahkan kepada PT Elnusa,” ujar Simanjutak.

Karena itu, menurutnya semua kerugian yang ditimbulkan oleh pekerjaan seismik akan diganti rugi sesuai dengan peraturan yang ada.

Pada kesempatan itu, perwakilan PT Pertamina C Simanjutak berjanji segera membayar lahan ganti rugi setelah semua verifikasi selesai.

Setelah itu, kantor DPRD Mura sekitar pukul 11.00, kembali didatangi puluhan massa   yang mengatasnamakan partai Barnas.

Aksi demo massa yang diketuai oleh Iin Sugianto ini, meminta kepada ketua DPRD untuk mendengar adanya aspirasi dari Barnas.

Di mana DPRD yang duduk dari partai barnas saat ini, yakni saudarai Linda, sudah dikeluarkan PAW-nya oleh DPP Partai Barnas Jakarta.

Aksi demo massa, itu diwarnai dengan bunyi-bunyian alat musik Tanjidor. Namun   karena dirasa mengganggu rapat DPRD Mura sehingga petugas kepolisian, dibawah Kabag Ops Kompol Tambunan serta Kabag Binmas AKP Albusro, terpaksa untuk menghentikan aksi demo massa ini.

Apalagi, ketika ditanyakan tentang izin untuk melaksanakan demo koordinator demo aksi partai Barnas, Iin Sugianto, tidak dapat menunjukkan bukti tersebut. /kur